hukum-kriminal

Tragedi 'Bis Kayu' di Manggarai Barat: Overload dan Jalur Ekstrem Diduga Jadi Pemicu Dua Korban Tewas

Jumat, 17 Juli 2026 | 08:51 WIB
Petugas kepolisian bersama warga mengevakuasi korban kecelakaan bis kayu yang terguling di Kampung Pateng, Manggarai Barat, NTT, usai insiden tragis. (Foto TBN Polres Mabar)


Menurut dia, kondisi tersebut memperbesar risiko kecelakaan, terutama ketika kendaraan melintasi medan berbukit yang banyak dijumpai di wilayah Kecamatan Ndoso.

"Saat melintasi jalan menurun dan tikungan di Kampung Pateng, beban kendaraan menjadi tidak seimbang sehingga mobil oleng dan terbalik di sisi kiri jalan," katanya.


Usai menerima laporan warga, personel Polsek Kuwus bersama masyarakat bergerak melakukan evakuasi terhadap para korban.

 

Baca Juga: Polres Ende Cetak Prestasi, Sabet Dua Penghargaan Pengelolaan Keuangan Negara Semester I 2026

 

Penumpang yang terjebak di dalam bak maupun di bawah badan kendaraan segera dievakuasi menuju Puskesmas Waning untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Setelah dilakukan pemeriksaan medis, sebagian korban dirujuk ke RSUD Komodo Labuan Bajo. Dua korban, yakni Daniel Dakul (30) dan Hilarius Endro Amat (14), akhirnya meninggal dunia meski telah memperoleh penanganan medis.

Data Satlantas Polres Manggarai Barat mencatat sebanyak 37 korban menjalani perawatan di Puskesmas Waning, delapan korban dirawat di RSUD Komodo, sementara dua lainnya dinyatakan meninggal dunia.

 

Baca Juga: Remaja 16 Tahun di Sikka Hilang Usai Pamit Ambil Rapor, Pakaiannya Ditemukan di Gudang TK



Insiden tersebut kembali memunculkan persoalan penggunaan kendaraan angkutan barang sebagai sarana mengangkut penumpang di sejumlah wilayah pedalaman Flores.

Kendaraan jenis "bis kayu" selama ini masih digunakan masyarakat karena terbatasnya pilihan transportasi umum dan kondisi geografis yang sulit dijangkau.

Kepolisian mengingatkan kendaraan bak barang tidak dirancang untuk mengangkut penumpang sehingga penggunaannya bertentangan dengan ketentuan keselamatan lalu lintas.

 

Baca Juga: Mahasiswi 20 Tahun Asal Sikka Hilang Sejak Senin, Polisi Telusuri Jejak Terakhir usai Datangi Rumah Tetangga

"Kendaraan tersebut diperuntukkan mengangkut barang, bukan penumpang. Kami meminta masyarakat tidak lagi menggunakan bis kayu untuk mengangkut orang," kata I Made Supartha.


Hingga kini, Unit Gakkum Satlantas Polres Manggarai Barat masih melanjutkan penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi serta mengumpulkan alat bukti untuk memastikan penyebab kecelakaan.

Pengemudi kendaraan juga telah dimintai keterangan dalam proses penyelidikan tersebut. ***

Halaman:

Tags

Terkini