hukum-kriminal

Labuan Bajo Diincar Modus Penipuan Berkedok Fun Run, Polres Telusuri Akun dan Nomor Pelaku

Jumat, 17 Juli 2026 | 08:58 WIB
Petugas Polres Manggarai Barat memperlihatkan hasil patroli siber terkait dugaan penipuan berkedok fun run di Labuan Bajo yang masih diselidiki intensif. (Foto TBN Polres Mabar)

REPORTASENTT.COM, LABUAN BAJO – Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Barat menyelidiki dugaan penipuan digital yang mengatasnamakan kegiatan olahraga bertajuk "Labuan Bajo Eco Run 2026".

Aparat juga menelusuri akun media sosial dan nomor telepon yang diduga digunakan pelaku untuk menjaring korban melalui pendaftaran acara.

Kasus tersebut mencuat setelah tim patroli siber menemukan promosi penyelenggaraan fun run di Instagram yang memuat mekanisme pendaftaran serta nomor kontak untuk konfirmasi pembayaran peserta.

 

Baca Juga: Tragedi 'Bis Kayu' di Manggarai Barat: Overload dan Jalur Ekstrem Diduga Jadi Pemicu Dua Korban Tewas

 

Temuan itu kemudian ditindaklanjuti oleh Satuan Intelkam bersama Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Manggarai Barat sejak 29 Juni 2026.

Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, menjelaskan patroli siber mendeteksi aktivitas promosi yang dinilai mencurigakan sehingga dilakukan verifikasi terhadap penyelenggara.

"Sejak akhir Juni lalu, tim patroli siber kami mendeteksi promosi pendaftaran Labuan Bajo Eco Run 2026 melalui sebuah akun Instagram. Akun tersebut mencantumkan tata cara pendaftaran hingga nomor hotline untuk konfirmasi pembayaran uang kepesertaan," kata Christian, Senin (6/7/2026).

 

Baca Juga: Berawal Diajak Beli Paket Data, Siswi 13 Tahun Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual di Labuan Bajo, Tiga Terduga Pelaku Diamankan

 


Kecurigaan polisi semakin menguat setelah muncul sejumlah komentar dari pengguna media sosial yang mengaku kesulitan menghubungi panitia seusai mengirimkan pesan maupun melakukan komunikasi melalui nomor yang tersedia.

Petugas kemudian melakukan verifikasi dengan menghubungi penyelenggara melalui pesan langsung (direct message) dan panggilan telepon. Seluruh upaya tersebut tidak memperoleh respons.

"Kami sudah berulang kali menghubungi pihak penyelenggara untuk meminta klarifikasi sekaligus memastikan legalitas acara ini. Hingga saat ini tidak ada respons, sedangkan nomor kontak yang dicantumkan sudah tidak aktif. Kondisi ini menguatkan indikasi adanya skema penipuan yang menyasar uang pendaftaran dan data pribadi calon peserta," kata Christian.

 

Baca Juga: Kebakaran Kantor UPT BKKBN di Manggarai Barat Ungkap Rapuhnya Sarana Penanggulangan, Dugaan Korsleting Diselidiki

 


Menyusul temuan tersebut, Polres Manggarai Barat mengimbau masyarakat dan wisatawan di Labuan Bajo agar lebih berhati-hati sebelum mengikuti promosi kegiatan yang beredar di media sosial.

Halaman:

Tags

Terkini