Masyarakat diimbau tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya serta ikut menjaga keamanan di lingkungan masing-masing.
Pemerintah Kabupaten Flores Timur selanjutnya membentuk Satuan Tugas Penanganan Konflik dan memfasilitasi proses rekonsiliasi dengan melibatkan tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta unsur terkait lainnya.
Dukungan serupa disampaikan TNI, Kejaksaan, dan Pengadilan Negeri melalui pengamanan wilayah serta penguatan penegakan hukum.
Baca Juga: Kasus KLM Putri Sakinah Memasuki Babak Baru, Ini Temuan Ahli Kemenhub yang Diperiksa Polda NTT
Usai rapat, Wakapolda melanjutkan dialog bersama Muspika Adonara Timur, tim mediasi, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, hingga keluarga korban dari kedua dusun.
Pertemuan berlangsung terbuka untuk menyerap aspirasi sekaligus membangun kesepahaman menuju perdamaian yang berkelanjutan.
Sebagai bentuk kepedulian kepada warga terdampak, Wakapolda menyerahkan bantuan sosial dan meninjau Pos BKO Satbrimob Polda NTT yang bertugas menjaga stabilitas keamanan di wilayah Adonara Timur.
Baca Juga: Praperadilan Admin Lika Liku NTT Ditolak, PN Kupang Nilai Penyidikan Polda NTT Sah Menurut Hukum
Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol. Henry Novika Chandra menyampaikan perhatian Kapolda NTT terhadap percepatan penyelesaian konflik melalui sinergi seluruh unsur.
"Bapak Kapolda memberikan perhatian penuh terhadap penyelesaian konflik sosial di Adonara Timur. Kunjungan kerja Wakapolda bersama Pejabat Utama Polda NTT dilakukan untuk mempercepat penyelesaian konflik melalui sinergi pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tim mediasi. Dialog serta rekonsiliasi menjadi prioritas, sedangkan setiap pelanggaran hukum tetap diproses secara profesional sesuai ketentuan," kata Henry Novika Chandra.
Ia juga mengajak masyarakat menjaga persaudaraan dan tidak mudah terpancing isu yang berpotensi memicu konflik baru.
Baca Juga: Inggris Ungguli Prancis dalam Rekor Duel Piala Dunia, Laga 2026 Pecahkan Sejarah
"Mari bersama menjaga situasi kamtibmas yang saat ini relatif kondusif. Jangan mudah terprovokasi informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Percayakan penyelesaian persoalan melalui mekanisme hukum, mediasi, dan musyawarah yang sedang berlangsung. Polda NTT bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus mengawal proses perdamaian hingga tercipta situasi yang aman, damai, dan harmonis di Adonara Timur," katanya.
Kunjungan kerja Wakapolda NTT menjadi bagian dari percepatan penyelesaian konflik antara warga Dusun Bele dan Dusun Lewonara.