hukum-kriminal

Konflik Bele dan Lewonara di Adonara Timur: Setelah Tiga Bom Dimusnahkan, Satu Bom Aktif Lagi Ditemukan

Sabtu, 25 Juli 2026 | 09:05 WIB
Tim Jibom Detasemen Gegana Satbrimob Polda NTT mengamankan bom rakitan aktif yang ditemukan warga di Dusun Bele sebelum dimusnahkan melalui disposal aman. (Foto TBN Polda NTT)


Polda NTT masih mendalami asal-usul bom tersebut, termasuk menelusuri pihak yang diduga merakit, membawa, maupun menggunakannya dalam rangkaian konflik di Adonara Timur.

Aparat juga meningkatkan patroli, penyelidikan, deteksi dini, serta langkah pencegahan guna mengantisipasi kemungkinan masih terdapat bahan peledak lain di lokasi konflik.

Bom itu pertama kali diketahui Rosdiana Meme Ketona bersama Kamaludin Ahmad, warga Dusun Bele. Berdasarkan keterangan saksi, benda tersebut diduga berkaitan dengan penyerangan yang terjadi pada Sabtu (18/7/2026).

 

Baca Juga: Tim Jibom Brimob NTT Musnahkan Tiga Bom Pipa Rakitan Pascabentrokan di Adonara Timur

Saat insiden berlangsung, Rosdiana melihat seseorang melempar bom pipa rakitan sebelum menyelamatkan diri.

Setelah situasi mereda, Kamaludin memeriksa lokasi dan menemukan bom berada di tumpukan batu. Demi menghindari risiko terhadap warga, bom sempat diamankan sebelum akhirnya dilaporkan kepada penyidik Polres Flores Timur.

Penemuan terbaru ini terjadi hanya sehari setelah Polres Flores Timur bersama Tim Jibom Detasemen Gegana Satbrimob Polda NTT memusnahkan tiga bom pipa rakitan yang ditemukan warga pascakonflik antara Dusun Bele, Desa Waiburak dan Dusun Lewonara, Desa Narasaosina, Kecamatan Adonara Timur.

 

 

Baca Juga: Polres dan Pemkab Flores Timur Percepat Rekonsiliasi Pascaperselisihan Warga di Adonara Timur

 

Ketiga bom tersebut ditemukan di lokasi berbeda dan seluruhnya dimusnahkan melalui disposal di Desa Oyangbara setelah dipastikan memiliki potensi membahayakan meski berkekuatan ledak rendah.

Berulangnya penemuan bahan peledak memperlihatkan ancaman pascakonflik di Adonara Timur belum sepenuhnya berakhir.

Aparat masih melakukan penyisiran di sejumlah titik untuk memastikan tidak ada lagi bom rakitan yang tertinggal dan dapat membahayakan keselamatan masyarakat.***

Halaman:

Tags

Terkini