nasional

Duka di Ujung Pengabdian: Jenazah Guru Korban KKB Akan Tiba di Larantuka, Disambut dengan Penghormatan Terakhir

Selasa, 25 Maret 2025 | 11:04 WIB
Inilah Rosalina Berek Sogen (30), guru asal Desa Lewotala, Kecamatan Lewolema, Kabupaten Flores Timur, korban kekersn dari KKB. (Foto Ist)

 

REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Jenazah Rosalina Berek Sogen (30), seorang guru asal Desa Lewotala, Kecamatan Lewolema, Kabupaten Flores Timur, dikabarkan akan tiba di Larantuka, pada Selasa sore (25/3/2025).

Rosalina menjadi korban serangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Dalam insiden tersebut, ia tewas sementara enam orang lainnya mengalami luka-luka.

 Baca Juga: Tangis Haru di RSUD Larantuka: Korban Erupsi Gunung Lewotobi Menanti Harapan

Berdasarkan informasi yang diperoleh, pesawat charter yang membawa jenazah Rosalina dari Papua dijadwalkan lepas landas pada pukul 12.30 WITA dan tiba di Larantuka sekitar pukul 16.30 WITA.

Setibanya di bandara, jenazah dijemput oleh Pemerintah Daerah Flores Timur bersama dengan keluarga dan masyarakat yang turut memberikan penghormatan terakhir.

Setelah prosesi penjemputan, jenazah Rosalina diarak menuju Kantor Bupati Flores Timur dengan pengawalan mobil patroli dari kepolisian dan Dinas Perhubungan, serta ambulans dari Rumah Sakit Umum Larantuka.

 Baca Juga: Dari BSI ke BRI: Misi Besar Hery Gunardi Usai Sukses Besarkan Ekonomi Syariah

Sepanjang perjalanan, siswa sekolah telah disiagakan untuk memberikan penghormatan di beberapa titik, termasuk di sekitar rumah duka di Lewotala.

Di Kantor Bupati Flores Timur, jenazah diterima secara resmi dan dilakukan penghormatan protokoler oleh Bupati, Wakil Bupati, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Aparatur Sipil Negara (ASN), serta para guru.

Usai prosesi penghormatan, jenazah dibawa ke rumah duka di Desa Lewotala, Kecamatan Lewolema.

 Baca Juga: Bunda Julie Sutrisno Laiskodat Salurkan Bantuan Sembako Ramadhan di Kelurahan Ekasapta

Masyarakat setempat turut serta dalam prosesi ini sebagai bentuk belasungkawa dan penghormatan terhadap jasa Rosalina selama bertugas sebagai guru di Papua sejak tahun 2022.

Halaman:

Tags

Terkini