Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Serang, Ahmad Muhibbin, menilai haul memiliki makna strategis dalam merawat ingatan kolektif masyarakat.
Menurutnya, Syekh Kicili Bayun bukan sekadar ulama, tetapi juga guru spiritual yang menanamkan nilai keimanan, ketakwaan, akhlak, dan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: Minum Miras di Tempat Umum, Sekelompok Pemuda di Kupang Dibubarkan Polisi
“Beliau mengajarkan hidup ber-Islam, beriman, dan berakhlak, sekaligus mendorong ketahanan ekonomi melalui pertanian,” katanya.
Riwayat Syekh Kicili Bayun tetap hidup melalui tradisi lisan masyarakat meski minim literatur tertulis.
Rangkaian haul juga menekankan makna Isra Mi’raj, relevan untuk membangun karakter generasi muda. Sekretaris Kecamatan Tanara, Arifudin, menyebut kegiatan ini memperkuat iman, takwa, dan persaudaraan.
Baca Juga: Rumah Lenyap Diterjang Banjir, Warga Aceh Tengah Bangun Tenda di Kuburan
Haul ke-338 Syekh Kicili Bayun diakhiri dengan lantunan zikir, salawat, dan tausiah para ulama, qori tingkat kabupaten, tim hadroh, mubaligh, DPRD, Muspika Tanara, serta warga Desa Cibodas, menciptakan suasana religius yang mendalam.