REPORTASENTT.COM, JAKARTA- Sekretaris Kabinet RI Teddy Indra Wijaya menempati posisi kedua sebagai pejabat Kabinet Merah Putih dengan penilaian publik paling positif berdasarkan survei Indonesia Political Opinion (IPO) yang dilakukan pada 27 Juli hingga 3 Agustus 2026.
Survei melibatkan 1.200 responden di berbagai wilayah Indonesia menggunakan metode stratified multistage random sampling (SMRS). IPO mencatat tingkat akurasi 95 persen dengan margin of error sebesar 2,90 persen.
Dalam hasil survei tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berada di peringkat pertama dengan penilaian positif 42,8 persen.
Baca Juga: KSOP Labuan Bajo Tindak Kapal yang Bawa Rombongan Artis ke Pulau Padar Saat Larangan Pelayaran
Posisi kedua ditempati Teddy Indra Wijaya dengan 33,5 persen, disusul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia di peringkat ketiga dengan 32 persen.
Di bawah tiga besar, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memperoleh penilaian positif 30,9 persen, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan 26,5 persen, dan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono 25,3 persen.
Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah menjelaskan penilaian positif terhadap pejabat kabinet memiliki hubungan yang erat dengan tingkat popularitas mereka di mata masyarakat.
Baca Juga: Prabowo Tambah DAU untuk NTT, Gubernur Melki: Ini Kado Istimewa Jelang HUT ke-81 RI
“Persepsi publik terhadap menteri yang dianggap bekerja dengan baik linier dengan popularitas. Menteri Purbaya menempati posisi teratas, kemudian Seskab Teddy Indra Wijaya pada posisi kedua dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di posisi ketiga,” kata Dedi Kurnia Syah dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (11/8/2026).
IPO juga mengukur tingkat pengenalan publik terhadap nama para pejabat kabinet. Hasilnya, Purbaya Yudhi Sadewa dikenal oleh 43,5 persen responden, disusul Teddy Indra Wijaya 41 persen, Bahlil Lahadalia 32,8 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 30,4 persen, dan Zulkifli Hasan 26,1 persen.
Selain penilaian positif, IPO memotret persepsi masyarakat terhadap pejabat kabinet yang dinilai memiliki kinerja kurang baik.
Baca Juga: Misteri Hilangnya Ibu Rumah Tangga di Sikka Terungkap, Lusia Luju Ditemukan Selamat di Tarakan