6. Jl. Jodipati Kelurahan Krobokan ± 15 - 40 cm.
7. Wilayah RW 7 Kelurahan Kudu ± 15 - 20 cm.
8. Wilayah Kelurahan Tambakrejo ± 15 - 30 cm.
9. Jl. Raya Kaligawe (Depan RSI Sultan Agung - Bawah Tol) ± 20 - 50 cm.
10. Jl. Sidorejo 3 Kelurahan Sambirejo ± 20 - 30 cm.
Baca Juga: Pemerintah Diingatkan Hati- hati atas Rencana Naikkan PPN 12 Persen
Dari laporan visual yang dikirimkan Kalaksa BPBD Kota Semarang, wilayah Jalan Raya Kaligawe terendam banjir hingga roda kendaraan mobil bak terbuka pun tidak terlihat.
Lalu lintas di sepanjang jalur yang menghubungkan Kota Semarang menuju Demak-Surabaya itu juga lumpuh total. Beberapa kendaraan jenis truk hingga mini bus terjebak dalam genangan banjir tersebut. Di samping itu, wilayah Kota Lama Semarang juga turut terendam hingga sepaha orang dewasa.
“Jalan Kaligawe lumpuh,” ungkap Endro.
Baca Juga: Infrastruktur Perbankan Diminta Harus Kuat Antisipasi Musim Hujan saat Lebaran
Selanjutnya, hasil laporan visual lainnya menunjukkan bahwa Banjir Kanal Timur (BKT) Semarang juga meluap hingga airnya melimpas ke permukiman warga. Sistem pengendali banjir Kota Semarang yang berada di bagian timur ini mengalami penurunan kapasitas daya tampung debit air, terlebih setelah terjadi hujan dalam durasi yang cukup lama.
Tanah Longsor dan Angin Kencang
Di sisi lain, hasil kaji cepat sementara BPBD Kota Semarang, cuaca ekstrem tersebut juga memicu kejadian bencana lainnya seperti tanah longsor hingga angin kencang yang berdampak pada kerusakan bangunan rumah milik warga.
Adapun rincan dampak tanah longsor meliputi: