REPORTASENTT.COM, JAKARTA- Sejak dini hari 3 November 2024, Gunung Api Lewotobi Laki- laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur meletus.
Erupsi ini masih berlanjut.
Pemerintah segera meresponsnya dengan menggelar rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana terkait erupsi ini, yang dipimpin langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka di Kantor BNPB- indonesia.
Baca Juga: Wakil Presiden RI Diagendakan Kunjungi Korban Erupsi Gunung Lewotobi Laki- laki
"Saya sampaikan, mekanisme sinergi penanggulangan bencana antara Kemenkeuri dan BPNB sudah sangat well-established. Kami selalu standby dan siaga untuk merespons segala bentuk bencana yang terjadi di seluruh penjuru Indonesia," kata Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani.
Pada kasus erupsi Gunung Lewotobi, kata Sri Mulyani, mekanisme yang berlaku adalah tanggap darurat.
Penganggaran penanggulangan bencana tambah Menkeu, berasal dari APBN dan juga APBD menggunakan dana yang ada.
" Namun, untuk BNPB juga tersedia Dana Siap Pakai (DSP) yang kami siap replenish jika diperlukan," katanya.
Kementrian Keuangan RI, kata Sri Mulyani siap bekerja sama dengan seluruh Kementerian, Lembaga, serta Pemerintah Daerah dalam upaya-upaya penyelamatan, evakuasi, pemenuhan kebutuhan dasar, perlindungan kelompok rentan, pemulihan sarpras vital, hingga seluruh proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana nantinya.
"Kami turut berduka cita untuk para korban bencana dan semoga bencana yang melanda lekas mereda dan denyut kehidupan masyarakat kembali pulih. Aamiin yaa rabbal alaamiin," ungkap Sri Mulyani.