REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Ketua Pengarah Pertemuan Pastoral (Perpas) Nusra XII, Mgr. Fransiskus Kopong Kung, mendorong Gereja Katolik untuk merumuskan solusi pastoral yang lebih nyata, praktis, dan berkelanjutan bagi komunitas migran dan perantau.
Hal ini ia sampaikan dalam arahannya saat pembukaan Perpas XII yang berlangsung di Gedung OMK Sarotari, Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Selasa (1/7).
Dalam sambutannya, Mgr. Fransiskus mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan menilai pentingnya sinergi antara program pastoral Gereja dengan rencana pembangunan daerah.
Baca Juga: Terungkap! Proyek Fiktif, Fee Siluman, dan Relasi Gelap di Balik Tender Pemprov NTT- ICW dan Bengkel APPeK Bongkar Skandal
"Kerja sama lintas sektor ini membuka ruang baru bagi pelayanan Gereja yang lebih kontekstual, terutama bagi saudara-saudari kita yang hidup di tanah rantau," kata Uskup Larantuka itu.
Ia menjelaskan, isu migrasi dan pastoral perantau bukanlah tema baru, melainkan kelanjutan dari refleksi panjang yang telah dibahas dalam forum-forum sebelumnya.
“Tema ini telah menjadi perhatian serius sejak Perpas Nusra X di Mataloko yang menyoroti keluarga para perantau, lalu kembali diangkat dalam Perpas XI di Atambua,” ungkapnya.
Baca Juga: Gubernur NTT Ajak Umat Bangun Daerah Lewat Perpas Nusra XII di Larantuka
Namun, lanjutnya, realisasi pastoral di tengah umat migran sempat terhambat akibat pandemi Covid-19.
Situasi tersebut menjadi tantangan serius bagi Gereja dalam menjalankan mandat pastoral yang telah disepakati sebelumnya.
Mgr. Fransiskus pun mengajak seluruh peserta untuk mengevaluasi kondisi para migran pasca pandemi dan menyusun pendekatan baru yang lebih responsif terhadap perubahan zaman.
Baca Juga: Delapan Uskup se-Nusra Hadiri Perpas XII di Larantuka, Misa Pembukaan Digelar Sore Ini
Artikel Terkait
HUT Bhayangkara ke- 79, Kapolres Flotim Ungkap Peran Nyata Polri di Tengah Bencana Lewotobi
Delapan Uskup se-Nusra Hadiri Perpas XII di Larantuka, Misa Pembukaan Digelar Sore Ini
Kapolres Flotim di Hari Bhayangkara ke-79: Kami Belum Sempurna, Koreksi Kami, Dukung Kami
Gubernur NTT Ajak Umat Bangun Daerah Lewat Perpas Nusra XII di Larantuka
Terungkap! Proyek Fiktif, Fee Siluman, dan Relasi Gelap di Balik Tender Pemprov NTT- ICW dan Bengkel APPeK Bongkar Skandal