REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menyerukan pentingnya persatuan umat dalam mendukung pembangunan Gereja dan daerah, dalam sambutannya pada Pertemuan Pastoral (Perpas) Nusra XII yang digelar di Gedung OMK, Keuskupan Larantuka, Flores Timur, Selasa (1/7).
Dalam forum yang menghadirkan perwakilan Keuskupan se-Nusa Tenggara itu, Gubernur Laka Lena menegaskan bahwa kehadiran bersama umat bukan hanya simbolik, tetapi bentuk nyata komitmen terhadap perbaikan sosial dan pembangunan Gereja di seluruh wilayah Nusa Tenggara.
“Kita dihadapkan pada berbagai tantangan sosial. Tapi bersama, baik Gereja maupun pemerintah, kita bisa menjawabnya. Persatuan umat adalah fondasi utama,” ujar Laka Lena di hadapan para uskup, imam, biarawan-biarawati, dan peserta Perpas dari berbagai daerah.
Baca Juga: Kapolres Flotim di Hari Bhayangkara ke-79: Kami Belum Sempurna, Koreksi Kami, Dukung Kami
Salah satu isu krusial yang disorotnya adalah fenomena migrasi dan meningkatnya kasus eksploitasi terhadap warga NTT yang merantau ke luar daerah maupun luar negeri.
“Merantau itu hak setiap warga untuk memperbaiki hidup. Tapi realitanya, banyak yang justru jadi korban penipuan dan perdagangan manusia. Karena itu, kami dorong sistem migrasi yang lebih aman dan transparan,” jelasnya.
Gubernur juga menekankan pentingnya pembentukan gugus tugas yang melibatkan tokoh adat, tokoh masyarakat, dan tokoh agama.
Baca Juga: Delapan Uskup se-Nusra Hadiri Perpas XII di Larantuka, Misa Pembukaan Digelar Sore Ini
Menurutnya, keterlibatan aktor-aktor lokal sangat strategis dalam pengawasan dan pendampingan terhadap calon pekerja migran, mulai dari kampung halaman hingga ke tempat tujuan.
“Kita tidak bisa serahkan semua pada negara. Perlu keterlibatan moral dan sosial dari seluruh elemen. Di titik inilah, Gereja punya peran penting,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Laka Lena mengajak seluruh komponen masyarakat untuk melihat ke dalam, menggali potensi daerah, membangun dari akar rumput, dan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.
Baca Juga: Apebuan Stadion di Adonara Diresmikan, Gubernur NTT Titipkan Jaket Kehormatan
“Gereja dan pemerintah punya tanggung jawab yang sama besar. Mari kita bangun NTT dari potensi kita sendiri—di bidang pertanian, pendidikan, pariwisata, dan nilai-nilai kearifan lokal. Ini perjuangan kolektif kita,” tutupnya.
Artikel Terkait
Tirai Tertutup Sidang Eks Kapolres Ngada, Kasus Seksual dan Jejak Elektronik dari Australia
Kasat Narkoba Flotim Diganjar Penghargaan Usai Bongkar Jaringan Narkoba Besar
HUT Bhayangkara ke- 79, Kapolres Flotim Ungkap Peran Nyata Polri di Tengah Bencana Lewotobi
Delapan Uskup se-Nusra Hadiri Perpas XII di Larantuka, Misa Pembukaan Digelar Sore Ini
Kapolres Flotim di Hari Bhayangkara ke-79: Kami Belum Sempurna, Koreksi Kami, Dukung Kami