REPORTASENTT.COM, KUPANG- Rekrutmen anggota Polri Tahun Anggaran 2026 di Polda Nusa Tenggara Timur mencatat peningkatan kuota yang signifikan. Sebanyak 185 calon Bintara Polri dinyatakan lulus seleksi akhir setelah kuota penerimaan meningkat hingga sekitar 110 persen dibandingkan alokasi awal.
Hasil tersebut diumumkan dalam Sidang Terbuka Penentuan Kelulusan Akhir Seleksi Penerimaan Terpadu Anggota Polri Tahun Anggaran 2026 yang dipimpin Wakapolda NTT Brigjen Pol. Faizal, S.I.K., M.H., didampingi Irwasda Polda NTT Kombes Pol. Enriko Sugiharto Silalahi, S.I.K., M.Kn., serta Karo SDM Polda NTT Kombes Pol. Dr. Juli Agung Pramono, S.I.K., M.Si., di Aula Rupatama Polda NTT, Jumat (3/7/2026).
Sidang terbuka turut dihadiri pejabat utama Polda NTT, ketua tim seleksi, pengawas internal, pengawas eksternal, serta perwakilan orang tua peserta sebagai bentuk komitmen pelaksanaan seleksi yang mengedepankan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis).
Baca Juga: Viral Sorotan Asal Peserta Akpol Panda NTT, Polda: Kelulusan Murni Berdasarkan Prestasi
Wakapolda NTT Brigjen Pol. Faizal menjelaskan kuota awal yang diterima Polda NTT melalui Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) hanya sebanyak 72 Bintara pria.
Setelah dilakukan koordinasi dengan Mabes Polri, kuota tersebut bertambah menjadi 185 orang, terdiri atas 165 Bintara pria dan 20 Polisi Wanita (Polwan).
"Jika mengacu pada DIPA, kuota kita hanya 72 orang. Berkat dukungan Kapolda NTT, kerja keras panitia, serta kepercayaan Mabes Polri, kuota meningkat menjadi 165 Bintara pria. Peningkatan sekitar 110 persen ini harus kita syukuri dan dijaga dengan melahirkan personel Polri yang berkualitas," kata Brigjen Pol. Faizal.
Selain menetapkan kelulusan 185 calon Bintara, Polda NTT juga meluluskan 63 calon Tamtama Polri yang terdiri atas 59 Tamtama Brimob dan empat Tamtama Polair.
Brigjen Pol. Faizal menegaskan tambahan kuota tersebut merupakan bentuk kepercayaan dari Mabes Polri yang harus dijawab dengan menghasilkan personel yang profesional, berintegritas, dan siap mengabdi kepada masyarakat.
"Kepercayaan ini harus kita jaga. Seluruh peserta yang lulus telah melalui proses seleksi yang ketat, objektif, dan transparan. Tunjukkan bahwa kalian layak menjadi anggota Polri," tegasnya.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta yang dinyatakan lulus agar tidak larut dalam euforia dan tetap menjaga kesehatan, disiplin, serta menghindari pelanggaran sebelum pendidikan dimulai.
"Jangan euforia berlebihan. Tetap jaga kesehatan, sikap, dan patuhi seluruh ketentuan. Panitia berhak melakukan evaluasi apabila ditemukan pelanggaran sebelum pendidikan dimulai," pesannya.
Brigjen Pol. Faizal turut meminta peran aktif orang tua dalam mendampingi putra-putrinya selama masa persiapan menuju pendidikan pembentukan anggota Polri.
Artikel Terkait
Kasus Dugaan Penipuan Wisatawan di Labuan Bajo, Itok Bebas setelah Ganti Kerugian Rp85,2 Juta
Polisi Tangkap Pengepul Togel Online di Manggarai Barat, Uang Taruhan Rp 2,1 Juta Disita
Diduga Dipicu Perselisihan Jalanan, Pemuda di Labuan Bajo Dianiaya Oknum Wartawan, Polisi Segera Tetapkan Tersangka
Kasus dr. Icha di NTT Bergulir, Anggota DPRD Veronika Lake Bantah Intimidasi, PDIP Ambil Langkah Tegas
Viral Sorotan Asal Peserta Akpol Panda NTT, Polda: Kelulusan Murni Berdasarkan Prestasi