Kasus dr. Icha di NTT Bergulir, Anggota DPRD Veronika Lake Bantah Intimidasi, PDIP Ambil Langkah Tegas

Photo Author
Natanael Kwintalis Helan, Reportase NTT
- Rabu, 1 Juli 2026 | 08:02 WIB
Veronika Lake, anggota DPRD Timor Tengah Utara dari Fraksi PDIP, memberikan klarifikasi terkait dugaan intimidasi terhadap dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni (dr. Icha) di RS Leona. Sementara itu. (Foto Ist)
Veronika Lake, anggota DPRD Timor Tengah Utara dari Fraksi PDIP, memberikan klarifikasi terkait dugaan intimidasi terhadap dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni (dr. Icha) di RS Leona. Sementara itu. (Foto Ist)

 

REPORTASENTT.COM, TIMOR TENGAH UTARA – Kasus meninggalnya dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr. Icha terus menjadi perhatian publik.
 
Anggota DPRD Timor Tengah Utara (TTU) dari Fraksi PDIP, Veronika Lake, memberikan klarifikasi setelah namanya dikaitkan dengan dugaan intimidasi terhadap dokter tersebut saat bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona.

Veronika menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum dr. Icha. Ia menegaskan kedatangannya ke rumah sakit bukan untuk menemui maupun mengintimidasi dokter, melainkan mengikuti dua anggota DPRD TTU yang hendak menjenguk seorang pasien.
 
 


Menurut Veronika, saat dirinya memasuki ruang IGD, perdebatan antara dua rekannya dengan tenaga medis telah berlangsung lebih dahulu.
 
Ia mengaku hanya mempertanyakan tindak lanjut penanganan pasien serta kualitas pelayanan rumah sakit.

Veronika juga mengakui sempat mengucapkan kalimat, "Panggil wartawan saja." Namun, ia menegaskan ucapan tersebut ditujukan kepada pihak manajemen rumah sakit sebagai bentuk kritik terhadap pelayanan, bukan kepada dr. Icha secara pribadi.
 
 


Selain itu, Veronika menyebut kehadirannya di RS Leona tidak direncanakan sebelumnya dan murni mengikuti rombongan rekannya yang sedang menjenguk pasien.

Pernyataan Veronika Lake:
"Saya datang bukan untuk mengintimidasi dokter. Saya hanya mengikuti rekan yang menjenguk pasien dan mempertanyakan pelayanan rumah sakit. Ucapan 'panggil wartawan saja' saya tujukan kepada manajemen rumah sakit, bukan kepada dr. Icha."

Di tengah bergulirnya penyelidikan, PDIP mengambil langkah organisasi dengan menonaktifkan sementara Veronika Lake sebagai anggota DPRD TTU.
 
 
 
 
Keputusan tersebut dikonfirmasi Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira, sambil menunggu hasil penyelidikan yang sedang dilakukan aparat kepolisian.

Veronika juga telah dipanggil oleh Badan Kehormatan partai untuk memberikan klarifikasi atas dugaan yang menyeret namanya.
 
Ketua DPC PDIP TTU, Ronivon Bunga, menjelaskan penonaktifan dilakukan agar Veronika dapat fokus menjalani proses hukum, sekaligus sebagai bentuk komitmen partai dalam menjunjung asas praduga tak bersalah.
 
 


Ronivon menegaskan apabila di kemudian hari terbukti bersalah berdasarkan proses hukum yang berlaku, DPP PDIP memiliki kewenangan menjatuhkan sanksi lebih berat, termasuk kemungkinan pemecatan dari partai.

Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira mengatakan, penonaktifan dilakukan selama proses penyelidikan masih berlangsung.
 
Partai kata Hugo, menunggu hasil penyelidikan kepolisian dan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.
 
 
 

Hingga kini, kepolisian masih mendalami seluruh keterangan saksi dan alat bukti terkait meninggalnya dr. Icha.
 
Keluarga menduga almarhum mengalami tekanan psikologis setelah insiden di IGD, sementara para anggota DPRD yang berada di lokasi membantah melakukan intimidasi.
 
Penonaktifan Veronika Lake merupakan keputusan internal PDIP dan tidak berkaitan dengan penetapan status hukum, karena proses penyelidikan masih terus berjalan.

Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X