Baca Juga: Kapal Mati Mesin di Perairan Sikka, Tim SAR Evakuasi Tiga Penumpang dan Selamatkan Tujuh Orang
Kominfo Melawi juga melakukan pembaruan keamanan dengan mengganti akses operasional, mengamankan akun pengelola, serta memeriksa konfigurasi perangkat yang terhubung dengan sistem videotron.
Pemerintah daerah meminta masyarakat tidak menyebarkan kembali rekaman tayangan tersebut dan menunggu hasil penyelidikan resmi. Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Kabupaten Melawi, Joko Wahyono, menyampaikan permintaan maaf atas kejadian yang mengganggu kenyamanan masyarakat.
"Tayangan tersebut bukan materi publikasi yang direncanakan, diproduksi, maupun disetujui oleh Pemerintah Daerah," kata Joko.
Baca Juga: Viral Kasus Pencabulan Anak di Tanjungbalai, Korban Tetap Ingin Sekolah Meski Alami Trauma
Ia menyampaikan proses hukum tetap dapat dilakukan apabila ditemukan pihak yang sengaja mengakses sistem secara ilegal atau menyalahgunakan teknologi informasi pemerintah.
"Setiap penyalahgunaan sistem informasi yang mengganggu pelayanan kepada masyarakat akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku," ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Melawi kini berfokus mengungkap penyebab munculnya tayangan tersebut dengan melakukan investigasi terhadap dugaan peretasan sistem videotron yang berada di kawasan Tugu Naruto.
Artikel Terkait
Korban Pengeroyokan di Tabanan Diduga Cari Uang Sekolah Anak, Video Tangis Putrinya Viral di Media Sosial
Kapal Mati Mesin di Perairan Sikka, Tim SAR Evakuasi Tiga Penumpang dan Selamatkan Tujuh Orang
Prabowo Dorong Sinergi Kampus dan PT PAL Perkuat Industri Perkapalan Nasional
Menhan Terima SK PPKH, Pembangunan Yonif Teritorial Pembangunan TNI AD Dipercepat
Diduga Hilang Kendali saat Menyalip, Pikap Tabrak Xpander di Labuan Bajo, Delapan Terluka