BMKG Catat 3.002 Gempa Susulan Pascagempa M7,7 Flores, Aktivitas Diprediksi Meluruh hingga Akhir September

Photo Author
Yuga Yuliana, Reportase NTT
- Rabu, 19 Agustus 2026 | 20:57 WIB
Tim BMKG melakukan pemantauan aktivitas kegempaan di wilayah Flores setelah gempa utama M7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur. (Foto/ ilustrasi)
Tim BMKG melakukan pemantauan aktivitas kegempaan di wilayah Flores setelah gempa utama M7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur. (Foto/ ilustrasi)

REPORTASENTT.COM- Aktivitas kegempaan di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, masih berlangsung empat hari setelah gempa utama bermagnitudo 7,7 mengguncang kawasan tersebut pada Sabtu (15/8). Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat ribuan gempa susulan dengan kekuatan yang bervariasi.

Hingga Rabu (19/8) pukul 14.00 WIB, BMKG mencatat sebanyak 3.002 gempa susulan. Dari jumlah tersebut, kekuatannya berada pada kisaran magnitudo 1,1 hingga 6,2. Sebagian gempa dirasakan oleh masyarakat di sejumlah kabupaten di Flores.

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, mengatakan laporan gempa yang dirasakan masyarakat terus dihimpun selama proses pemantauan berlangsung.

 

 

Baca Juga: Gempa Flores Hari Kelima, SAR Evakuasi Lansia Diduga Alami Fraktur Tengkorak



"Sebanyak 86 kali gempa susulan dilaporkan langsung oleh masyarakat," kata Nelly di Media Center Pos Pendamping Nasional, Rabu (19/8).

Dari ribuan aktivitas tersebut, BMKG mencatat 25 gempa susulan memiliki kekuatan magnitudo 5,0 atau lebih. Gempa susulan terbesar tercatat mencapai magnitudo 6,2.

Fenomena tersebut berkaitan dengan proses penyesuaian kerak bumi setelah terjadi gempa utama. Energi yang masih tersimpan dilepaskan secara bertahap hingga sistem tektonik menuju kondisi keseimbangan baru.

 

Baca Juga: PRI NTT Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Manggarai Timur



Hasil pemantauan BMKG memperlihatkan aktivitas gempa susulan secara umum mulai menunjukkan tren penurunan. Tingkat kegempaan diperkirakan menjadi relatif rendah dalam 21 hingga 30 hari mendatang, atau sekitar akhir September 2026.

Meski demikian, perkiraan tersebut tidak berarti gempa susulan akan berhenti sepenuhnya setelah periode tersebut. Aktivitas kegempaan tetap dapat terjadi dan perkembangannya akan mengikuti dinamika data yang terekam di lapangan.

"Estimasi ini sangat dinamis dan akan terus diperbarui sesuai dengan perkembangan data gempa susulan yang kami rekam," kata Nelly.

 

Baca Juga: Gempa Guncang Flores, Mentan Amran Kerahkan 5.386 Ton Beras untuk Empat Kabupaten



Sebaran episenter gempa saat ini terkonsentrasi di Flores bagian tengah hingga barat. Lokasi tersebut berkaitan dengan zona tektonik Flores Back-arc Thrust yang menjadi salah satu sumber aktivitas kegempaan di kawasan tersebut.

Untuk memperkuat pemantauan, BMKG menyiagakan personel selama 24 jam dan menerjunkan sejumlah ahli ke wilayah terdampak. Survei yang dilakukan mencakup makroseismik, mikroseismik, kondisi tanah, hingga survei tsunami.

Sistem pemantauan juga didukung perangkat pengamatan kegempaan di wilayah Nusa Tenggara, termasuk 39 seismograf, 30 akselerograf, intensity meter, tsunami gauge, serta Warning Receiver System.

 

Baca Juga: Pemkab Manggarai Timur Bergerak, Bantuan Logistik Dikirim ke Desa Terdampak Gempa di Elar



Peralatan tersebut digunakan untuk mendeteksi aktivitas gempa, mempercepat pengumpulan data, dan mendukung penyampaian informasi kepada masyarakat. Perangkat itu tidak dapat digunakan untuk menentukan waktu terjadinya gempa sebelum kejadian berlangsung.

BMKG juga berkoordinasi dengan BNPB, BPBD, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan, serta pemerintah daerah menyusul laporan kerusakan pada sejumlah bangunan dan fasilitas publik.

Evaluasi terhadap bangunan terdampak masih diperlukan, terutama untuk membedakan kerusakan nonstruktural dengan kerusakan yang berpotensi memengaruhi keamanan struktur bangunan.

Halaman:

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X