Baca Juga: Gempa M 7,7 Flores: 103 Orang Meninggal, 185.131 Warga Masih Mengungsi
Perdebatan itu kemudian menyebar luas di media sosial dan menimbulkan sorotan terhadap proses distribusi bantuan pascagempa.
Agustinus kemudian memberikan klarifikasi pada Rabu, 26 Agustus 2026. Ia hadir bersama Sekretaris Daerah Manggarai Timur Winsensius Tala, Wakil Bupati Manggarai Timur Tarsi Sjukur, serta pihak BNPB.
Dalam penjelasannya, Agustinus menyebut persoalan tersebut berkaitan dengan proses transportasi bantuan. Menurut dia, bantuan dari pemerintah pusat memang tersedia dalam jumlah besar, tetapi sebagian belum sampai di Kecamatan Lamba Leda Utara ketika perdebatan terjadi.
Baca Juga: OPINI| Dedi Mulyadi dan Wajah Solidaritas: Jawa Barat Hadir untuk Korban Gempa Flores Opini
“Sesungguhnya, karena persoalan transportasi sehingga bantuan itu belum banyak mengalir ke sana. Yang masuk di kecamatan baru satu,” kata Agustinus saat memberikan klarifikasi.
Ia menjelaskan, ketika itu baru satu kendaraan pikap dan satu dump truck yang membawa bantuan menuju wilayah Lamba Leda Utara. Bantuan lainnya masih berada di Kabupaten Manggarai Timur dan sebagian telah disalurkan ke desa serta kecamatan lain.
Perbedaan antara jumlah bantuan yang tersedia di tingkat kabupaten dan bantuan yang sudah tiba di kecamatan menjadi salah satu persoalan utama dalam polemik tersebut.
Baca Juga: Rumah Hancur, Warga Bertahan di Posko Mandiri: 4 Desa di Elar Mengaku Belum Dapat Bantuan
Agustinus kemudian menyampaikan permintaan maaf kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, BNPB, serta pihak lain yang terdampak akibat penyebaran video tersebut.
“Saya datang sendiri dan buat jadwal sendiri dengan istri saya datang, dengan niat baik untuk menyampaikan permohonan maaf kepada pemerintah daerah, dan lebih khususnya kepada Pak Deden dan BNPB,” kata Agustinus.
Sehari setelah klarifikasi tersebut disampaikan, surat permohonan pengunduran diri Agustinus beredar di ruang publik. Kemunculan surat itu membuat perhatian kembali tertuju pada rangkaian polemik distribusi bantuan gempa di Lamba Leda Utara.
Baca Juga: Terungkap, Remaja 17 Tahun Diduga Terlibat Sejumlah Kasus Pencurian di Manggarai Barat
Belum terdapat keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur mengenai status permohonan tersebut maupun keputusan atas jabatan Camat Lamba Leda Utara.
Media ini telah menghubungi Agustinus Supratman melalui WhatsApp pada Kamis, 27 Agustus 2026, untuk meminta penjelasan mengenai alasan pengunduran diri dan kaitannya dengan polemik bantuan gempa. Hingga berita ini diterbitkan, pesan tersebut belum mendapat tanggapan.
Laporan: Ejhi Serlenso***
Artikel Terkait
Rumah Hancur, Warga Bertahan di Posko Mandiri: 4 Desa di Elar Mengaku Belum Dapat Bantuan
Dari Balik Pintu hingga CCTV: Dua Pegawai Pemprov Sumbar Disorot Gegara Video Viral
Mendiktisaintek Tinjau Penanganan Gempa Manggarai, 5.000 Mahasiswa NTT Dibebaskan dari UKT
Hanura Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa di Manggarai Timur
Bupati Nagekeo Ungkap Dampak MBG di Tengah Bencana Gempa kepada Prabowo