"Perpas Nusra XII ini harus menjadi ruang untuk menggali solusi yang implementatif. Jika tema ini terus diangkat, itu menunjukkan bahwa persoalan migrasi memang memerlukan perhatian pastoral yang berkelanjutan," tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya berbagi pengalaman antar- keuskupan sebagai dasar untuk memetakan masalah, menemukan benang merah, dan menyusun pendekatan pastoral yang lebih efektif ke depan.
“Dari sinilah para pengambil kebijakan Gereja bisa menyusun langkah yang menyentuh akar persoalan dan relevan dengan konteks hidup umat,” tutup Mgr. Fransiskus.