Baca Juga: OMC Dikerahkan BNPB, Korban Bencana di Sumatera-Aceh Tembus 174 Jiwa
Polri juga kata dia, telah meresmikan seragam baru Pamapta sebagai simbol peningkatan respons cepat di lapangan. Seragam ini terintegrasi dengan sistem layanan 110, di mana setiap aduan masyarakat akan langsung diteruskan ke personel Pamapta untuk tindakan awal.
“Begitu ada laporan, Polri harus langsung hadir. Kita ingin layanan yang bisa dirasakan masyarakat tanpa bertele-tele. Polri juga memperkenalkan paket pelayanan agar akses publik semakin mudah,” jelas Wakapolri.
Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Candra menambahkan bahwa seluruh inovasi digital Polri harus memberi dampak langsung kepada masyarakat.
Baca Juga: OMC Dikerahkan BNPB, Korban Bencana di Sumatera-Aceh Tembus 174 Jiwa
“Polri harus hadir dengan bukti nyata. Layanan digital tidak boleh hanya administratif, tapi benar-benar membantu publik,” katanya.
Ia menyebutkan bahwa Polda NTT sedang menyiapkan pilot project penguatan Pamapta sebagai model nasional.
Sistem ini akan memastikan respon cepat 24 jam, kontrol komando terpusat, serta integrasi penuh dengan Call Center 110, tanpa ada laporan yang diabaikan.
Baca Juga: Wakapolri Tinjau Pengungsi Erupsi Lewotobi: Resmikan Sumur Bor untuk 2.983 Warga
Sidak Wakapolri di Flores Timur menjadi penegasan bahwa transformasi Polri bukan lagi sekadar konsep.
Pemerataan standar layanan 110, percepatan respon, peningkatan kesiapan SDM, dan optimalisasi Pamapta merupakan bentuk komitmen Polri untuk menghadirkan pelayanan modern dan profesional.