Di sektor pariwisata, Pemkab Flores Timur menggelar sejumlah event pariwisata premium berbasis budaya dan ekonomi kreatif. Pameran Ekraf yang digelar selama tiga hari di Taman Kota Felix Fernandez mencatat perputaran uang lebih dari Rp 270 juta.
Selain itu, digelar karnaval budaya yang melibatkan 2.605 peserta, pagelaran seni budaya dengan 748 performer, lomba seni, hingga workshop pengelolaan sampah.
Pendidikan, Kesehatan, dan Layanan Publik
Transformasi pendidikan dilakukan melalui konsep Future School, dengan penerapan kelas bilingual di enam sekolah serta pembelajaran berbasis digital. Program Lompatan Narasi dan Literasi juga mulai dijalankan melalui lomba menulis, pidato bahasa Inggris, dan pengukuhan Bunda Literasi Kabupaten.
Baca Juga: Persebata Lembata di Ujung Tanduk Liga Nusantara: Bermain dengan Hati, Natal Tanpa Gaji dan Makanan
Di bidang kesehatan, Pemkab Flores Timur meresmikan Rumah Sakit Pratama Solor pada November 2025, sekaligus membangun dan merehabilitasi sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas, laboratorium kesehatan daerah, dan sarana rumah sakit rujukan.
Migrasi Aman dan Digitalisasi Layanan
Pemkab Flores Timur juga memperkuat perlindungan pekerja migran melalui penerbitan Perbup Nomor 14 Tahun 2025 serta peluncuran SISKAMDES dan program Desa Migrasi EMAS.
Di sisi lain, layanan administrasi kependudukan diperkuat lewat program Flotim Samid, yang memungkinkan pengurusan dokumen kependudukan berbasis desa dan kelurahan.