news

MBG di Sumba Timur Belum Masif, Kekurangan Mitra dan Jarak Sekolah Jadi Hambatan

Senin, 16 Maret 2026 | 19:52 WIB
Gubernur NTT Melki Laka Lena berdiskusi bersama SPPI dan mitra Badan Gizi Nasional saat membahas pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di Sumba Timur. (Foto fanpage Melki Laka Lena)

REPORTASENTT.COM, SUMBA TIMUR- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, masih menghadapi sejumlah kendala sehingga pelaksanaannya belum berjalan secara masif.

Dalam kunjungan kerja di Pulau Sumba, Gubernur NTT Melki Laka Lena bertemu Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) serta mitra Badan Gizi Nasional pada Sabtu (14/3/2026) malam di Aula Universitas Kristen Wira Wacana.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Bupati Umbu Lili Pekuwali dan Wakil Bupati Yonathan Hani bersama ratusan SPPI serta mitra program MBG.

 

Baca Juga: Hujan Intensitas Tinggi Picu Longsor di Ende, Jalur Roa–Detusoko Berstatus Rawan

 

Diskusi berlangsung terbuka membahas perkembangan pelaksanaan program di wilayah daratan Pulau Sumba.

Melki mengatakan capaian layanan MBG di Sumba Timur masih jauh dari target penerima manfaat.

“Dari sekitar 70.000 sasaran penerima manfaat, baru sekitar 11.000 yang terlayani. Ini menunjukkan masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan bersama,” kata Melki dalam keterangannya yang diunggah pada fanpage @Melki Laka Lena.

 

Baca Juga: Operasi Ketupat Turangga 2026: Polisi Intensifkan Patroli di Pelabuhan Larantuka, Antisipasi Gangguan Keamanan

Menurut dia, salah satu hambatan utama berasal dari jumlah mitra layanan yang masih terbatas dibandingkan wilayah lain di Nusa Tenggara Timur seperti Flores dan Timor.

Selain itu, jarak sekolah di wilayah pelosok yang berjauhan juga menyulitkan distribusi makanan kepada para siswa.

“Di beberapa wilayah, sekolah-sekolah berada cukup jauh dari pusat layanan dapur MBG. Kondisi geografis ini ikut memengaruhi kecepatan distribusi,” kata Melki.

 

Baca Juga: Bantuan Sembako dari Bunda Julie Mengalir ke Pulau Solor, Warga Muslim Rasakan Kepedulian di Bulan Ramadhan

Ia menjelaskan program MBG tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi bagi anak-anak sekolah, tetapi juga berkaitan dengan perputaran ekonomi masyarakat.

“Program ini membuka peluang kerja bagi masyarakat, sekaligus mendorong sektor pertanian dan peternakan karena kebutuhan bahan pangan untuk dapur layanan,” katanya.

Di tingkat nasional, Presiden Prabowo Subianto menargetkan pelaksanaan MBG di NTT dapat menjangkau seluruh sasaran penerima manfaat pada tahun 2026.

 

Baca Juga: Terkuak Dugaan Eksploitasi Anak di Hotel , Polisi Amankan Satu Pria dan Tiga Perempuan

Melki menyebut pemerintah daerah bersama mitra program akan memetakan kendala yang terjadi di Sumba agar percepatan pelaksanaan MBG dapat dilakukan secara lebih terorganisir.

“Perlu identifikasi kendala di lapangan agar percepatan pelaksanaan bisa berjalan lebih efektif,” katanya.

Ia juga mendorong pembangunan dapur MBG melibatkan masyarakat miskin ekstrem sebagai tenaga kerja serta membuka peluang bagi pelaku usaha lokal menjadi pemasok bahan pangan melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR).

 

Baca Juga: Motor Mertua Dijual Diam-diam, Pria di Kupang Ditangkap Saat Nongkrong di Lounge

Langkah tersebut diharapkan memperluas manfaat program MBG, tidak hanya bagi siswa penerima makanan bergizi, tetapi juga bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Tags

Terkini