REPORTASENTT.COM, ENDE- Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Minggu (15/3/2026) petang, memicu tanah longsor di Desa Roa, Kecamatan Detusoko.
Material tanah dari lereng perbukitan sempat menutup sebagian badan jalan di jalur Roa–Detusoko, salah satu akses penghubung antarwilayah di daerah tersebut.
Peristiwa ini membuat arus kendaraan yang melintas di jalur tersebut sempat terhambat. Pengendara terpaksa memperlambat laju kendaraan sambil menunggu proses penanganan material longsor di lokasi kejadian.
Kepolisian Resor Ende melalui Polsek Detusoko bersama Satuan Lalu Lintas (Satlantas) langsung mendatangi lokasi untuk mengamankan area serta mengatur arus kendaraan agar tidak terjadi penumpukan panjang.
Kapolres Ende AKBP Yudhi Franata mengatakan personel kepolisian ditempatkan di titik longsor untuk memastikan pengendara tetap dapat melintas dengan aman sambil menunggu pembersihan material tanah.
“Anggota Satlantas dan Polsek Detusoko sudah berada di lokasi untuk mengatur arus kendaraan. Kami juga berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Ende agar material longsor segera dibersihkan,” kata Yudhi dilansir TBN Polres Ende.
Baca Juga: Antisipasi Konflik Jelang Nyepi–Idul Fitri, Pangdam IX/Udayana Siagakan Personel TNI di Bali
Hingga laporan ini disusun, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Aparat kepolisian masih menyiagakan personel di sejumlah titik rawan longsor di sepanjang jalur Roa–Detusoko.
Menurut Yudhi, kondisi tanah di kawasan itu masih berpotensi bergerak karena adanya rembesan mata air dari perbukitan serta curah hujan yang masih berlangsung di wilayah tersebut.
“Kami mengimbau pengendara roda dua maupun roda empat tetap berhati-hati saat melintasi jalur Detusoko, terutama ketika hujan. Ikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama,” katanya.
Selain melakukan pengaturan lalu lintas, kepolisian juga berkoordinasi dengan pemerintah desa dan instansi terkait untuk meningkatkan langkah mitigasi bencana.
Pemerintah Desa Roa didorong mengaktifkan sistem peringatan dini bagi warga sekitar, sementara pemetaan ulang titik rawan longsor direncanakan bersama BPBD Kabupaten Ende.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya antisipasi bencana susulan di kawasan yang dikenal memiliki kontur perbukitan dan rawan longsor saat curah hujan meningkat.
Artikel Terkait
Dugaan Pemerasan Rp375 Juta di Balik Kasus Poppers, Perwira Polda NTT Dinonaktifkan
Motor Mertua Dijual Diam-diam, Pria di Kupang Ditangkap Saat Nongkrong di Lounge
Lonjakan Penumpang Kapal PELNI Jelang Mudik Lebaran, Kebijakan WFA Ikut Dorong Mobilitas
Antisipasi Konflik Jelang Nyepi–Idul Fitri, Pangdam IX/Udayana Siagakan Personel TNI di Bali
Operasi Ketupat Turangga 2026: Polisi Intensifkan Patroli di Pelabuhan Larantuka, Antisipasi Gangguan Keamanan