news

Diduga Salah Arah Navigasi Google Maps, Puluhan Mobil Pemudik Tersesat hingga Masuk Jalan Setapak di Sleman

Selasa, 24 Maret 2026 | 21:08 WIB
Sejumlah mobil pemudik terjebak di jalan setapak kawasan persawahan Dusun Karang Kalasan, Sleman, setelah mengikuti navigasi digital menuju Gerbang Tol Purwomartani.

REPORTASENTT.COM- Puluhan mobil pemudik dilaporkan tersesat hingga masuk jalan setapak di kawasan persawahan dan perkampungan warga di Purwomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta, Selasa (24/3/2026).

Peristiwa ini terekam dalam video yang beredar di media sosial dan memperlihatkan antrean kendaraan memenuhi jalan sempit di Dusun Karang Kalasan RT II.

Kondisi tersebut sempat memicu kepadatan lalu lintas di area permukiman warga.

 

Baca Juga: Drama Penahanan Eks Menag: KPK Kembali Tahan Yaqut Cholil Qoumas Usai 5 Hari di Rumah



Dalam unggahan akun Instagram @jogjainfo, rombongan kendaraan itu diduga mengikuti petunjuk navigasi digital saat menuju Gerbang Tol Purwomartani.

Sejumlah mobil berpelat luar daerah terlihat mendominasi rombongan, termasuk dari wilayah Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Selain pemudik, wisatawan juga dilaporkan ikut terjebak.

 

Baca Juga: Pasca Bentrokan Warga Postoh-Lewerang, Polisi dan TNI Gelar Patroli Gabungan



Kejadian ini terjadi bertepatan dengan periode arus balik Lebaran 2026 yang mulai mengalami peningkatan pada hari yang sama.

Warga setempat mengaku baru pertama kali menghadapi situasi serupa. Mereka kemudian turun langsung membantu mengarahkan kendaraan agar tidak semakin masuk ke jalur yang lebih sempit.

“Saya lihat sekitar pukul 13.30 WIB tiba-tiba banyak mobil masuk ke sini. Mereka semua mengikuti petunjuk arah dari aplikasi navigasi untuk mencari pintu tol,” kata Yaka, warga setempat saat ditemui di lokasi.

 

Baca Juga: Ruas Jalan Kupang Disisir Dini Hari, Polisi Fokus Tekan Balap Liar



Ia menambahkan, jalur yang dilalui kendaraan tersebut bukan akses umum menuju tol, melainkan jalur terbatas yang biasa digunakan untuk keperluan tertentu.

“Biasanya tidak pernah diarahkan lewat sini. Kendaraan malah masuk lewat jalur Selokan Mataram yang bukan untuk umum,” lanjut dia.

Sejumlah warga kemudian berinisiatif mengatur arus kendaraan secara manual agar tidak semakin menumpuk di jalan sempit. Upaya tersebut dilakukan untuk membantu pengendara kembali ke jalur utama.

 

Halaman:

Tags

Terkini