REPORTASENTT.COM- Fenomena benda bercahaya yang melintas di langit Lampung menjadi perbincangan luas setelah rekamannya tersebar di media sosial, Sabtu (4/4/2026). Video memperlihatkan objek terang memanjang lalu terpecah menjadi beberapa bagian saat bergerak di udara.
Unggahan akun Instagram @undercover.id pada Senin (6/4/2026) menampilkan detik-detik kemunculan objek tersebut.
Sejumlah warga merekam peristiwa itu pada malam hari, memicu rasa ingin tahu publik dan berbagai spekulasi.
Peristiwa tersebut menarik perhatian kalangan ilmuwan. Penjelasan ilmiah diperlukan untuk memahami karakteristik objek yang tampak bercahaya dan terfragmentasi saat melintas di atmosfer.
Profesor Astronomi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, menjelaskan objek tersebut termasuk sampah antariksa yang memasuki atmosfer Bumi.
Ia menyampaikan hasil pengamatan menunjukkan benda itu meluncur dan terpecah menjadi beberapa bagian saat terlihat dari wilayah Lampung hingga Banten.
Baca Juga: Motor Terbakar Usai Isi BBM di SPBU Semarang Viral, Dugaan Penolakan APAR Disorot, Berujung Damai
“Objek terang melintas di langit dan tampak terpecah menjadi beberapa bagian, itu merupakan pecahan sampah antariksa,” kata Thomas dalam wawancara, Senin (6/4/2026).
Analisis lanjutan mengarah pada dugaan asal objek. Thomas mengungkapkan data pelacakan orbit menunjukkan kemungkinan kuat benda tersebut merupakan sisa roket China jenis CZ-3B yang melintas dari arah India menuju Samudera Hindia di barat Sumatera.
“Informasi Space-Track dan analisis orbit menunjukkan lintasan bekas roket China dari arah India menuju Samudera Hindia di pantai barat Sumatera,” jelasnya.
Baca Juga: Kominfo Jamin Internet Lancar Saat Semana Santa, Operator Perkuat Jaringan di Titik Rawan
Secara fisik, fenomena cahaya terjadi akibat interaksi objek dengan atmosfer.
Saat memasuki lapisan udara padat pada ketinggian sekitar 120 kilometer, benda mengalami gesekan tinggi yang memicu panas, terbakar, lalu terpecah menjadi fragmen kecil.
“Objek memasuki atmosfer padat, kemudian terbakar dan pecah, sehingga terlihat jelas oleh warga,” kata Thomas.
Baca Juga: Paskah dan Persaudaraan: MUI Flores Timur Ajak Rawat Teduhnya Kebersamaan
Hingga kini, identifikasi detail terkait objek tersebut masih menunggu konfirmasi lanjutan dari data pemantauan global.