news

Pamflet di Setiap Sudut Kota: Upaya Polisi Mengungkap Hilangnya Warga Maumere

Minggu, 12 April 2026 | 09:41 WIB
Personel Polsek Alok menempel pamflet orang hilang di fasilitas umum Kota Maumere, Jumat pagi, sebagai upaya memperluas informasi kepada masyarakat setempat. (Foto TBN Polres Sikka)

 

REPORTASENTT.COM, MAUMERE-  Personel Polsek Alok menyebarkan pamflet orang hilang di berbagai titik strategis Kota Maumere, Jumat (10/4/2026) pagi, sebagai langkah memperluas jangkauan pencarian berbasis partisipasi publik.

Kegiatan dimulai pukul 08.30 Wita dengan menyasar fasilitas umum, pasar, persimpangan jalan, dan area keramaian.

Setiap pamflet memuat identitas korban, ciri fisik, lokasi terakhir terlihat, serta nomor kontak yang dapat dihubungi masyarakat.

 

Baca Juga: Sigap Tanggap Bencana, Kapolres Flores Timur Turun Langsung Bantu Korban Gempa



Kapolsek Alok IPTU I Made Suardika menjelaskan, penyebaran pamflet menjadi bagian dari strategi pencarian yang mengandalkan keterlibatan warga.

“Setiap orang yang melihat informasi ini berpotensi memberikan petunjuk. Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk berkontribusi,” katanya saat ditemui di sela kegiatan.

Laporan orang hilang diterima sehari sebelumnya, Kamis (9/4/2026) pukul 11.30 Wita di SPKT Polsek Alok dan tercatat dalam register Laporan Gangguan Nomor: 01/GANGGUAN/B/IV/2026/SPKT/POLSEK ALOK/POLRES SIKKA/POLDA NTT.

 

Baca Juga: Nyaris Bentrok di Depan Hyperstore Kupang, Berakhir Damai Lewat Mediasi Polisi

Menurut Suardika, kecepatan respons menjadi faktor penting dalam penanganan kasus orang hilang. “Kami bergerak segera setelah laporan masuk. Waktu sangat menentukan dalam proses pencarian,” katanya.

Selain penyebaran pamflet, kepolisian juga membuka saluran komunikasi melalui Polsek Alok, Call Center Polres Sikka di 110, serta layanan Humas Polres Sikka di nomor 0822 3765 7607.

Pendekatan ini dinilai menggabungkan aspek preventif dan responsif.

 

Baca Juga: Konflik PHK di RS Bukit Lewoleba: Aturan Yayasan vs UU Ketenagakerjaan, Mediasi Berjalan Tanpa Kesepakatan

Informasi disebarkan secepat mungkin untuk memperkecil risiko, sekaligus mendorong respons masyarakat terhadap kemungkinan temuan di lapangan.

Kegiatan berlangsung hingga pukul 11.00 Wita dalam kondisi aman dan tertib. Kepolisian berharap informasi yang beredar dapat memicu ingatan atau pengenalan dari warga yang melihat, sehingga mempercepat proses pencarian.

Langkah ini mencerminkan pendekatan humanis dalam penegakan hukum, dengan menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam upaya pencarian dan penyelesaian kasus.

Tags

Terkini