news

Warga Sikka Keluhkan Pemuda Mabuk, Musik Bising, dan Knalpot Racing, Polisi Diminta Bertindak

Sabtu, 25 Juli 2026 | 10:02 WIB
Kapolsek Kewapante IPTU Chairil Syafar berdialog dengan warga saat Jumat Curhat, menyerap keluhan mengenai pemuda mabuk, musik bising, dan knalpot racing. (Foto TBN Polres Sikka)

 

 


REPORTASENTT.COM, MAUMERE- Program Jumat Curhat yang digelar Polsek Kewapante dan Polsek Waigete menjadi wadah bagi warga Kabupaten Sikka menyampaikan berbagai persoalan yang dinilai mengganggu ketenteraman lingkungan.

Keluhan yang muncul didominasi perilaku pemuda yang mengonsumsi minuman keras, kebisingan musik pada malam hari, hingga penggunaan knalpot racing yang meresahkan masyarakat.

Forum dialog berlangsung di Polsek Kewapante, Desa Namangkewa, Kecamatan Kewapante, serta di Watubala, Desa Wairterang, Kecamatan Waigete, Jumat (24/7/2026).

 

Baca Juga: Konflik Bele dan Lewonara di Adonara Timur: Setelah Tiga Bom Dimusnahkan, Satu Bom Aktif Lagi Ditemukan

 

Dalam pertemuan tersebut, masyarakat memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan langsung persoalan keamanan dan ketertiban yang mereka alami sehari-hari.

Di Kecamatan Kewapante, Kapolsek Kewapante IPTU Chairil Syafar bersama jajaran menerima berbagai masukan dari tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, serta warga sekitar.

Selain mendengar aspirasi, polisi juga memberikan penyuluhan mengenai pencegahan penyakit masyarakat, antisipasi pencurian, penggunaan media elektronik secara bijak, pengendalian konsumsi minuman keras, serta sosialisasi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang baru.

 

 

Baca Juga: Kasus Dugaan Perzinaan di Manggarai Timur Berakhir Damai Melalui Restorative Justice



Polisi juga mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak kriminal dengan memastikan rumah dalam keadaan terkunci saat ditinggalkan serta memperkuat pengawasan lingkungan.

Salah seorang tokoh muda, Yakobus, meminta polisi lebih aktif melakukan pembinaan hingga ke desa-desa, terutama kepada kalangan remaja dan pemuda.

"Masih ada anak-anak muda yang sering berkumpul sambil mengonsumsi minuman keras. Kami berharap polisi lebih sering datang memberikan pembinaan agar kondisi ini tidak terus berulang," kata Yakobus.

 

Halaman:

Tags

Terkini