REPORTASENTT.COM, ENDE,— Jalur Trans Flores Ende–Bajawa di KM 4+350 kembali dapat dilalui setelah material longsor menutup seluruh badan jalan akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada Sabtu (15/8).
Longsor terjadi di ruas penghubung Ende dan Nagekeo dengan material tanah berpasir serta bebatuan yang menumpuk hingga hampir 30 meter.
Kondisi tersebut membuat akses transportasi di salah satu jalur utama Flores sempat terputus total.
Baca Juga: Gempa Susulan Terjadi di Flores, Tim SAR Fokus Evakuasi Lansia dan Ibu Hamil
Penanganan dilakukan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT, Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian PUPR dengan mengerahkan tiga unit ekskavator ke lokasi.
Pekerjaan pada hari pertama berhasil membuka sebagian badan jalan untuk kendaraan roda dua.
Pembersihan dilanjutkan secara bertahap hingga kendaraan roda empat dan kendaraan dengan ukuran lebih besar dapat melintas menggunakan sistem buka-tutup dengan kecepatan terbatas.
Baca Juga: Bantuan Gempa NTT Tembus 646 Ton, TNI AU dan BNPB Percepat Pengiriman ke Flores
Perkembangan penanganan kemudian menunjukkan akses darat mulai kembali normal.
Pantauan Tim Bidang Komunikasi Kebencanaan BNPB pada Kamis (20/8) menunjukkan seluruh badan jalan telah terbuka. Meski demikian, material sisa longsoran masih berada di bagian atas lereng sehingga pekerjaan pembersihan belum dapat dihentikan sepenuhnya.
Kondisi medan menjadi perhatian utama karena aktivitas gempa susulan masih berlangsung. Setiap guncangan berpotensi membuat material yang tersisa di tebing runtuh kembali ke badan jalan dan membahayakan petugas maupun pengguna jalan.
Prosedur keselamatan diterapkan dengan menghentikan seluruh aktivitas alat berat ketika gempa terjadi. Langkah tersebut kembali dilakukan pada Kamis siang saat gempa susulan bermagnitudo 6,0 mengguncang wilayah tersebut selama sekitar 10 detik.
Baca Juga: Percepat Pemulihan Pascagempa Flores, BRI Dirikan Tiga Posko Logistik dan Dapur Umum