REPORTASENTT.COM, MANGGARAI- Ambulans Sidokkes Polri yang melintas di Desa Ruis, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, tiba-tiba dihentikan sejumlah warga pada Minggu (23/8/2026).
Sejumlah warga mendekati ambulans tersebut ketika kendaraan sedang melintas di jalur desa. Mereka menyampaikan kebutuhan untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan setelah aktivitas pelayanan medis di wilayah terdampak gempa masih terbatas.
Personel Sidokkes Polri kemudian turun dari kendaraan dan menemui warga. Pemeriksaan dilakukan satu per satu untuk mengetahui kondisi kesehatan masing-masing warga sebelum obat-obatan diberikan sesuai kebutuhan.
Baca Juga: Pria di TTS Ditemukan Tewas di Kamar, Istri Diduga Terlibat KDRT
Kehadiran layanan medis itu menjadi penting bagi warga yang berada di wilayah dengan akses pelayanan kesehatan terbatas setelah bencana. Warga yang sebelumnya menunggu pelayanan akhirnya dapat menjalani pemeriksaan dan memperoleh obat.
Plh. Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Sajimin mengatakan personel yang berada di lapangan langsung merespons ketika warga meminta pelayanan kesehatan.
“Ketika ambulans dihentikan warga dan mereka menyampaikan belum mendapatkan pelayanan kesehatan, personel langsung merespons. Warga kemudian didata, diperiksa, dan diberikan obat-obatan sesuai kebutuhan,” kata Sajimin.
Baca Juga: OPINI| Dedi Mulyadi dan Wajah Solidaritas: Jawa Barat Hadir untuk Korban Gempa Flores Opini
Menurut Sajimin, pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana perlu menjangkau wilayah yang sulit memperoleh akses layanan.
“Polri terus berupaya menjangkau masyarakat terdampak, termasuk warga yang berada di pelosok dan sulit mendapatkan akses pelayanan kesehatan. Ini bagian dari upaya kemanusiaan Polri selama masa tanggap darurat,” katanya.
Peristiwa di Desa Ruis menunjukkan kebutuhan layanan kesehatan masih dirasakan masyarakat di tengah kondisi pascagempa.
Baca Juga: Prabowo Cek Langsung Karhutla di Kubu Raya, Beri Semangat Petugas di Tengah Asap
Ambulans yang semula hanya melintas akhirnya berhenti untuk memberikan pemeriksaan dan obat-obatan kepada warga yang telah menunggu pelayanan.