REPORTASENTT.COM, MANGGARAI TIMUR- Polemik penyaluran bantuan bagi warga terdampak gempa di Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menjadi sorotan setelah Camat Lamba Leda Utara Agustinus Supratman mengajukan permohonan pengunduran diri dari jabatannya.
Surat tersebut ditujukan kepada Bupati Manggarai Timur dan beredar di media sosial pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Dalam dokumen itu, Agustinus menyampaikan permohonan untuk melepas jabatan Camat Lamba Leda Utara dengan alasan berkaitan dengan penanganan bencana gempa di wilayah tersebut.
Baca Juga: Bupati Nagekeo Ungkap Dampak MBG di Tengah Bencana Gempa kepada Prabowo
Agustinus juga meminta pelayanan pemerintahan kecamatan untuk sementara didelegasikan kepada Kepala Seksi Pelayanan Umum (Kasi Pelum).
Langkah itu disebut untuk menjaga koordinasi pemerintahan sembari menunggu keputusan Bupati Manggarai Timur atas permohonan pengunduran dirinya.
Meski mengajukan pengunduran diri, Agustinus menyatakan tetap siap terlibat dalam penanganan bencana di wilayah Lamba Leda Utara.
Baca Juga: Hanura Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa di Manggarai Timur
Pengajuan tersebut muncul hanya beberapa hari setelah Agustinus menjadi perhatian publik akibat video perdebatan dengan petugas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait distribusi bantuan gempa.
Video berdurasi sekitar enam menit 15 detik itu direkam di Posko Logistik Damer, Kecamatan Lamba Leda Utara, pada Jumat, 21 Agustus 2026. Dalam rekaman tersebut, Agustinus menyampaikan keberatan mengenai informasi bantuan dalam jumlah besar yang disebut telah masuk ke wilayahnya.
Saat itu, Agustinus menghadapi kebutuhan bantuan untuk 21.171 jiwa yang tersebar di 11 desa. Di sisi lain, bantuan yang telah tiba di kecamatan disebut baru sekitar 300 paket sembako.
Baca Juga: 237 Penyintas Gempa Flores Tinggalkan GOR Samador, Kembali ke Rumah
“Bapak bilang bantuan banyak sekali bapak kasih turun ke sini. Saya tersinggung sekali, Pak. Saya tidak suka,” kata Agustinus dalam video tersebut.
Ia juga menyampaikan keluhan terkait tekanan dari masyarakat yang mempertanyakan bantuan yang masuk ke wilayah mereka.
“Semua desa sekarang protes ke saya, Pak! Semua pada teriak dan bilang masuk bantuan,” kata dia.