news

Tokoh Muslim Prakarsai Pembangunan Sekolah Katolik, Cikal Bakal Hadirnya Toleransi di Pepageka

Jumat, 12 April 2024 | 23:11 WIB
Tampak masjid dan gereja di Desa Pepageka pada saat acara Halal . (Foto tim/ Reportase NTT )

Kapela St. Mikhael Pepageka

Kapela ini, pertama kali dibangun darurat kurang lebih tahun 1900. Didindingnya terbuat dari bilah bambu, beratapkan alang – alang dan berlantaikan tanah.

Kemudian sekitar tahun 1970, dibangun secara permanen oleh Pater Hendrikus Van Der Hulst (Misionaris Belanda).

Dikarenakan umur bangunan sudah terlalu tua, maka pada tahun 1995 kapela ini dibongkar total dan dibangun baru hingga bertahan sampai sekarang.

Baca Juga: Didampingi Iriana Jokowi, Presiden Tunaikan Salat Idulfitri 1445 Hijriah di Masjid Istiqlal

Masjid Al Jihad Pepageka

Sebelumnya, umat Muslim desa Pepageka memiliki sebuah Musolah darurat ( lokasi sekarang, rumahnya Ama Beda), sama halnya dengan Kapela.

Musolah ini dibangun sekitar tahun 1900. Seiring bertambahnya waktu, populasi umat muslim kian bertambah maka pada tahun 1982 di bangunlah sebuah masjid. 

Pembangunan masjid ini, atas inisiatif para tokoh adat, dan tokoh agama islam dan Kristen serta Pater Van Der hulst.

Baca Juga: Soal Kedatagan Paus ke Indonesia, Ini kata Konferensi Wali Gereja Indonesia

 

Halal Bihalal di Pepageka 

Pada perayaan hari kedua Lebaran, Kamis (11/4) sore, tampak perempuan dan laki-laki, dari Desa Pepageka menjalankan tradisi turun temurun sejak tahun 1970-an.

Halal Bihalal di Pepageka. (Foto/ Tim Reportase NTT )

Setiap hari besar agama, baik Islam maupun Katolik, di samping dua bangunan itu, warga melakukan Wai Umum, sebuah tradisi minum air bersama.

Halaman:

Tags

Terkini