Tokoh Muslim Prakarsai Pembangunan Sekolah Katolik, Cikal Bakal Hadirnya Toleransi di Pepageka

Photo Author
Tarwan Stanis, Reportase NTT
- Jumat, 12 April 2024 | 23:11 WIB
Tampak masjid dan gereja di Desa Pepageka pada saat acara Halal . (Foto tim/ Reportase NTT )
Tampak masjid dan gereja di Desa Pepageka pada saat acara Halal . (Foto tim/ Reportase NTT )

REPORTASENTT.COM, ADONARA- Nusa Tadon Adonara, tidak hanya dikenal dengan sebutan Tanah Mahar Gading, tanah adu darah, tetapi Adonara pantas dan layak disebut juga dengan nusa toleransi.

Belajar toleransi anda bisa berkunjung ke pulau Adonara tepatnya di desa Pepageka, Kecamatan Kelubagolit, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kisah tertutur dari Burhan Boro Bura (81), pria usia senja ini pernah menjadi Kepala Desa Pepakgeka periode 1981-1987, Ia menyampaikan bahwa gereja dan masjid di desa itu adalah milik semua orang desa Pepageka. 

Baca Juga: Stipas Reinha Donasi Buku untuk Komunitas TBM Palo Porong di Flotim

"Masjid bukan hanya milik orang muslim, tetapi juga milik orang Kristen Katolik. Begitu juga sebaliknya, gereja bukan hanya milik orang katolik saja," kata Burhan.

Sekolah Dasar Katolik (SDK) Pepageka adalah bukti sejarah toleransi itu lahir di desa Pepageka.

SDK Pepageka dibangun pada tahun 1956, oleh Pater Hendrikus Van Der Hulst (Misionaris Belanda), bersama Muhamad Nur Horan Daen (tokoh adat desa Pepageka), Ama Ola Masan (tokoh adat desa Keluwain) dan Ama Mangu Tadon (tokoh adat desa Adobala).

Baca Juga: Produksi Menurun, Petani Arak Lamahelan Pilih Merantau

Keempat tokoh ini membentuk sebuah Persatuan Orangtua Murid dan Guru (POMG). dengan wilayah cakupan tiga desa yakni; Pepageka, Keluwain dan Adobala. 

Para tokoh POMG ini kemudian memprakarsai berdirinya Sekolah Dasar Katolik (SDK) Pepageka.    

Pembangunan sekolah itu menjadi pintu masuk nilai-nilai kerukunan agama di Desa Pepageka.

Baca Juga: Pesawat Hercules TNI AU Sukses Terjunkan Bantuan di Gaza

Selanjutnya, Pater Hendrikus Van Der Hulst mendirikan secara permanen Kapela Santo Mikhael Pepageka pada tahun 1970.

 

Halaman:

Editor: Tarwan Stanis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X