REPORTASENTT.COM, KUPANG– Aksi demonstrasi yang akan dilakukan oleh sejumlah organisasi masyarakat (ormas) yang tergabung dalam Ormas Indonesia Timur terkait hasil seleksi Calon Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Polda NTT, pada Jumat (12/7) di Mabes Polri, Jakarta mendatang mendapat tanggapan dari pihak kepolisian.
Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Ariasandi, S.I.K, saat dimintai keterangannya, menyatakan bahwa demonstrasi adalah hak setiap warga negara yang dilindungi oleh undang-undang.
"Silakan, itu adalah hak mereka untuk menyampaikan aspirasi. Kami menghormati dan mendukung kebebasan berekspresi selama dilakukan secara tertib dan sesuai dengan peraturan yang berlaku," ujar Kombes Pol Ariasandi.
Aksi demo tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap hasil seleksi Calon Taruna Akpol asal NTT yang dianggap tidak transparan dan tidak adil.
Menanggapi tuntutan tersebut, Kombes Pol Ariasandi menegaskan bahwa proses seleksi sudah dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku dan diawasi oleh berbagai pihak untuk memastikan transparansi dan keadilan.
"Kami sudah melaksanakan proses seleksi sesuai dengan aturan yang ada. Semua tahapan dilakukan secara transparan dan diawasi oleh pihak independen untuk memastikan tidak ada kecurangan," tegasnya.
Baca Juga: Diduga Cabuli Santrinya, Pemimpin Pondok Pesantren di Sumbawa Ditetapkan Tersangka
Kombes Pol Ariasandi juga mengatakan, bahwa dengan adanya aksi itu juga lebih bagus, agar para demonstran juga akan tau prosedur hingga mekanisme pendaftaran Akpol.
"Pendaftaran Akpol ini terbuka, diawasi oleh tim internal dan eksternal. Masing- masing peserta tau nilai sendiri dan nilai temannya, dan mereka tidak ada yang ribut kok peserta yang tidak lulus ini. Karena dia tau nilainya. Terus apa yang menjadi persoalan disini" katanya.
Sebanyak 27 Ormas Indonesia Timur Bakal Gelar Aksi di Mabes Polri
Sebanyak 27 Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) asal Indonesia Timur berencana menggelar aksi demonstrasi di Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) pada hari Jumat, 12 Juli 2024 mendatang.
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap hasil seleksi calon taruna (catar) Akademi Kepolisian (Akpol) yang dilaksanakan oleh Polda Nusa Tenggara Timur (NTT).