REPORTASENTT.COM, JAKARTA- Paus Fransiskus pemimpin Umat Katolik Dunia, sekaligus pemimpin Negara Vatikan, telah mengakhiri kunjungannya dengan warga Indonesia dalam suasana penuh kehangatan.
Selama kunjungan apostoliknya ke 45 tersebut, Paus bertemu kalangan pejabat menteri Kabinet Indonesia Maju (KIM) hingga tokoh publik dari organisasi keagamaan dan diplomat turut hadir dalam agenda pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Paus Fransiskus di Istana Merdeka.
Hingga Paus Fransiskus mengunjungi Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat.
Baca Juga: Seberapa Siap Bhabinkamtibmas Amankan Pilkada Serentak 2024 di Ende?
Dalam kunjungan tersebut, terlihat momen hangat antara Paus Fransiskus dan Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar.
Dari pertemuan tersebut, membahas berbagai isu perdamaian, toleransi, sosial, budaya, dan ekonomi yang menjadi perhatian bersama.
Setelah acara perpisahan, Paus Fransiskus melanjutkan perjalanannya ke Papua Nugini, di mana ia dijadwalkan melakukan kunjungan apostolik ke sejumlah negara yaitu selain Indonesia, seperti, Papua Nugin, Papua Nugini dan Singapura.
Baca Juga: PWI Lampung Apresiasi Pendirian Media Center di Polresta Bandar Lampung
Kunjungannya ke Papua Nugini bertujuan untuk menjangkau umat Katolik di sudut paling terpencil di dunia dan menyoroti tujuan yang dekat dengan hatinya, yaitu perubahan iklim.
Paus Fransiskus, pemimpin umat Katolik dunia, memulai perjalanan Apostolik selama tiga hari ke Papua Nugini yang mencakup berbagai agenda penting.
Kunjungan ini dimulai di ibukota Port Moresby, di mana Paus Fransiskus dijadwalkan bertemu dengan pihak berwenang, masyarakat sipil, serta pemimpin gereja.
Baca Juga: Polisi Tangkap Pencuri Ternak , Kambing dan Sepeda Motor Ikut Jadi Barang Bukti
Salah satu acara penting dalam agenda kunjungan Paus Fransiskus adalah partisipasinya dalam misa Minggu bersama umat disana.