news

Radio Maria Papua Nugini sambut Paus sebagai 'Rasul perdamaian'

Jumat, 6 September 2024 | 10:24 WIB
Paus Fransiskus saat kunjungan apostoliknya ke Indonesia. (Foto/ KWI)

 

REPORTASENTT.COM- Di antara penyiar lokal yang meliput Perjalanan Apostolik Paus Fransiskus ke Papua Nugini adalah Radio Maria, yang direkturnya, seorang misionaris Vincentian, percaya bahwa kunjungan tersebut akan membantu mempersatukan orang-orang dan membawa kedamaian di hati mereka.

Lembaga penyiaran di Papua Nugini siap menyambut kedatangan Paus Fransiskus dan semua liputan media yang menyertainya. Salah satunya adalah Radio Maria Papua Nugini, mitra penyiaran Vatican News.

Romo Joseph Emmanuvel Amith, seorang misionaris Vincentian yang menjabat sebagai direktur stasiun tersebut, berharap dapat menyediakan liputan dekat dan jauh untuk menjangkau masyarakat di negara tersebut yang tersebar di banyak wilayah dan pulau, sebuah negara berpenduduk lebih dari delapan juta jiwa dengan lebih dari 830 bahasa berbeda yang digunakan.

 Baca Juga: Perpisahan Paus Fransiskus Bersama Warga Indonesia dan Keberangkatannya Menuju ke Papua Nugini

Menjangkau pinggiran

Romo Amith beserta tim hadir di pusat penyiaran media untuk menyiarkan seluruh acara dan bersama staf di lapangan untuk menyediakan liputan langsung dan wawancara.

Meskipun sarana yang mereka miliki terbatas, mereka berharap dapat melibatkan pendengarnya untuk membantu mereka berpartisipasi dalam berbagai acara di mana pun mereka berada, tetapi khususnya mereka yang berada di daerah pinggiran di mana komunikasi sangat sulit dilakukan.

Sekitar 90 persen penduduk mendengarkan radio, menjadikannya sarana komunikasi utama dan bantuan utama dalam membangun masyarakat. Televisi dan internet memiliki jangkauan terbatas karena hanya ada beberapa pusat kota besar dan penduduknya tersebar di banyak pulau di sana.

 Baca Juga: Seberapa Siap Bhabinkamtibmas Amankan Pilkada Serentak 2024 di Ende?

 

Membawa persatuan

Berbicara kepada Delphine Allaire dari Vatican News menjelang kedatangan Paus, Romo Amith mengatakan bahwa ia dan timnya sangat berharap pada kunjungan Paus, karena "ia membawa persatuan" bagi negara ini dengan begitu banyak budaya dan bahasa, kekayaan yang luar biasa.

Ia mengatakan kunjungan ini juga akan membantu mendatangkan kedamaian di hati masyarakat, karena mereka akan menyaksikan kehadiran Paus "sebagai seorang pria tua" dengan "keanggunan di wajahnya" dan mendengarkan pesannya tentang iman, rasa saling menghormati, keharmonisan, solidaritas, dan perdamaian.

Halaman:

Tags

Terkini