Baca Juga: Guru Honorer Sukabumi Jadi Pemulung Viral, Dapat Hadiah Mengejutkan dari Kapolres Cimahi
Silvester Petara Hurit tidak hanya menyajikan cerita, tetapi juga membuka ruang untuk refleksi bagi pembaca, mengenai bagaimana kehidupan sosial, budaya, dan alam telah mengalami perubahan drastis akibat kepentingan dan ambisi segelintir orang.
"Lewolema hari ini adalah sebuah wilayah administratif pemerintahan kecamatan. Namun Lewolema sesungguhnya adalah sebuah wilayah budaya yang dibangun berdasarkan asal- usul/kekerabatan," kata Sil Hurit, kepada peserta Festival Flores Writers di Lewotala, Jumat (11/10/2024).
Lewolema sendiri kata Sil, artinya 5 kampung tua berdaulat di masa lalu. Memiliki mitologi, kisah asal-usul, tatanan sosial, ritus, penataan ruang kampung, kelender pertanian dan segala ekspresi kulturalnya.
Lewolema mengenal budaya megalitik. Terlihat dari susunan batu pada pelataran rumah adat (korke) dengan arsitektur dan ukiran-ukirannya yang lebih kuat dibanding dengan wilayah-wilayah lain di Lamaholot Flores Timur.
Juga memiliki dewa-dewi alam serta ritus-ritus yang relatif lengkap.
Orang Lewolema kata Dia, memiliki tato etnik. Perempuan menyepah tembakau dengan tangan dan kaki berhias gelang gading dan berkalung manik-manik Cambay.
Baca Juga: Viral! Pengendara Sepeda Motor Ugal- ugalan di Pantura Kota Pasuruan Terekam Kamera, Netizen Geram
Pria bertato, mengenakan anting-perak, dengan rambut gondrong, pipa rokok, kemana-mana membawa tombak, parang dan busur panah.
"Di masa lalu orang-orang yang meninggal
diletakan di tempat-tempat tertentu di atas pohon. Setelah mengenal tradisi kubur, para tokoh kampung jika meninggal biasanya dibungkus dengan ketipa (sutra Gujarat)," katanya.
Perkampungan tradisional Lewolema mengelilingi korke atau rumah adat sebagai porosnya dengan beringin-beringin tua tumbuh menghutan di sekeliling kampung.
Baca Juga: AKBP Andi Yudha Peduli: Menanggung Biaya Pengobatan Penjual Bakso Korban Insiden Senjata Api
Dikatakannya juga, Lewolema terkenal sebagai kampung yang dihuni para ksatria perang, ahli tombak dan pemanah-pemanah handal.
Kisah- kisah Lewolema katanya, banyak berkaitan dengan perang. Berdasarkan tuturan lisan, pada suatu masa yang jauh dari masa lalu datang gelombang orang- orang yang mengusir penduduk setempat yang masih tinggal secara terpisah sebagai kelompok- kelompok kecil. Ini diperkirakan terkait dengan invasi Majapahit di abad XIII.