REPORTASENTT.COM, ADONARA- Konflik yang melanda Desa Bugalima telah meninggalkan luka mendalam, terutama bagi anak-anak. Dalam insiden tragis yang terjadi, mereka menyaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana rumah-rumah mereka dibakar dengan brutal.
Anak-anak ini melihat orang tua mereka berjuang untuk menyelamatkan keluarga mereka di subuh yang penuh kepanikan.
Kini, mereka kehilangan tempat tinggal, buku-buku, serta seragam sekolah.
Peristiwa ini meninggalkan trauma mendalam, membuat banyak dari mereka hidup dalam ketakutan dan kecemasan.
Ratusan warga desa Bugalima, Kecamatan Adonara Barat, Kabupaten Flores Timur, termasuk anak-anak dan wanita, terpaksa mengungsi ke desa tetangga demi mencari keselamatan.
Namun, di tengah duka ini, harapan muncul melalui uluran tangan dPolwan Flores Timur (Flotim) yang memberikan bantuan.
Selain bantuan logistik, obat-obatan, relawan dari Polwan ini juga turut memberikan layanan trauma healing kepada puluhan anak-anak pengungsi.
Dalam sesi trauma healing yang diadakan, Rabu (23/10/2024), bertempat di Pantai Desa Wureh, para Polwan berusaha menghibur anak-anak yang tertekan.
Dalam sesi trauma healing yang diadakan, Rabu (23/10/2024), bertempat di Pantai Desa Wureh, para Polwan berusaha menghibur anak-anak yang tertekan.
Kegiatan bermain dalam lingkaran diadakan untuk mengajak mereka kembali merasa aman dan bersenang-senang, meski beberapa anak masih tampak malu-malu dan ragu-ragu untuk bergabung.
"Pendampingan emosional seperti ini diharapkan dapat membantu anak-anak korban konflik untuk perlahan-lahan pulih dari trauma, serta membangun kembali rasa percaya diri dan keamanan dalam diri mereka," kata Kompol Sungkono, Kabag SDM Polres Flotim.
Upaya pemulihan ini kata dia, menjadi penting, mengingat trauma yang dialami oleh anak-anak dapat berdampak jangka panjang terhadap perkembangan emosional dan psikologis mereka.
"Para Polwan terus berupaya menghadirkan kebahagiaan kecil bagi mereka, sebagai langkah awal menuju pemulihan yang lebih menyeluruh," ungkapnya.
Baca Juga: Kapolres Flotim Ungkap Peran Kepala Desa Kimakamak dan Ilepati dalam Penyerangan Desa Bugalima
Kompol Sungkono mengatakan, mereka ingin anak-anak kembali merasa aman dan bahagia, melalui kegiatan trauma healing.
"Kami berupaya memberikan dukungan psikologis agar mereka bisa pulih dari trauma dan melanjutkan hidup mereka dengan semangat baru,” ungkapnya.
Kegiatan ini juga diisi dengan sesi makan bersama, di mana anak-anak menikmati snack dalam suasana yang penuh kebersamaan.
Kompol Sungkono dalam akhir kegiatan uty juga memberikan motivasi kepada anak-anak, mendorong mereka untuk tetap kuat dan optimis menghadapi masa depan meskipun mereka telah melalui pengalaman yang sulit.
Pihak kepolisian berkomitmen untuk terus mendukung kesejahteraan masyarakat, khususnya anak-anak yang menjadi korban konflik, dengan pendekatan humanis dan perhatian terhadap kondisi psikologis mereka.