REPORTASENTT.COM, ADONARA- Desa Bugalima, Kecamatan Adonara Barat, Kabupaten Flores Timur, sebuah desa kecil yang damai, berubah menjadi lautan api saat serangan brutal menghantam rumah-rumah warga, pada Senin (21/10/2024).
Di tengah kepanikan, seorang kakek bernama Nikolaus Suban (73) menjadi sosok pahlawan bagi cucunya.
Di usia senjanya, Kakek Nikolaus tidak memikirkan harta atau rumah yang dilahap si jago merah, tetapi yang ada di benaknya hanyalah satu, buku-buku pelajaran cucunya, warisan harapan untuk masa depan yang lebih baik.
Baca Juga: Pimpin Kemnaker, Yassierli Fokus pada Pemberantasan Korupsi dan Digitalisasi
Saat rumahnya terbakar, Nikolaus sempat berlari keluar untuk menyelamatkan diri.
Namun, tiba-tiba ia teringat akan tumpukan buku-buku pelajaran cucunya yang tertinggal di dalam rumah.
Tanpa ragu, ia kembali masuk ke rumah yang sudah dilalap api.
Baca Juga: Perubahan Nomenklatur dari Kominfo Menjadi Komdigi, Ini Penjelasan Wamen Nezar
Dia berlari melewati kobaran api, meraih buku-buku yang tersisa, dan menggendongnya keluar dengan penuh keberanian.
Tak cukup hanya itu, ia mengambil air untuk memadamkan api, menggeser kasur, dan membuang barang-barang yang mungkin bisa diselamatkan.
Namun, api bergerak terlalu cepat. Rumahnya, yang penuh kenangan dan harta, termasuk uang tunai sebesar 5 juta rupiah, hangus terbakar dalam sekejap.
Kayu-kayu jati, serta babi peliharaan, yang dijaga dan dipelihara keluarga, juga lenyap dilalap api.
Artikel Terkait
Pimpinan Komisi II DPR RI Resmi Ditetapkan, Rifqinizamy: Kami Akan Tancap Gas
Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Gagalkan Penyelundupan 360 Botol Miras Ilegal di Perbatasan Sebatik
KIM Jadi Jembatan antara Pemerintah dengan Masyarakat
Perubahan Nomenklatur dari Kominfo Menjadi Komdigi, Ini Penjelasan Wamen Nezar
Pimpin Kemnaker, Yassierli Fokus pada Pemberantasan Korupsi dan Digitalisasi