Bersama tim pengajar dan pengurus OSIS, tambah dia, mereka segera melaksanakan penggalangan dana untuk membantu para korban.
“Ini adalah panggilan kemanusiaan, kami bergerak. Di tengah perjalanan kami melewati daerah yang rawan, antara Boru dan Hokeng suara gemuruh dan bau belerang membuat sebagian kami sangat ketakutan," ungkapnya.
Bahkan diakui Alexius, ada salah seorang rekan guru mereka menangis histeris akibat mendengar suara gemuruh gunung Lewotobi yang saling bersahutan.
"Kami tetap bertekad untuk sampai ke sini, menemui saudara- saudara kami yang sedang menderita,” ujarnya.
Silvester Len, Koordinator Pos Lapangan Desa Bokang, pada saat menerima rombongan dari SMPN Kewapante, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada rombongan keluarga Agung, karena telah hadir menemui mereka, dan merasakan duka yang saat ini dirasakan oleh para pengungsi.
"Semua bantuan yang kami terima, sudah tercatat dengan baik. Akan segera kami didistribusikan secara merata kepada seluruh korban,” ujarnya.