REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Peduli atas musibah yang melanda ribuan masyarakat di lereng gunung Lewotobi, akibat erupsi dahsyat pada 4 November 2024 lalu, keluarga besar SMP Negeri Kewapante, Maumere, melakukan aksi kemanusiaan dengan mendonasikan bantuan kemanusiaan.
keluarga besar dari SMP Negeri Kewapante, Kabupaten Sikka, yang dikenal dengan julukan Keluarga Agung ini, tiba di Pos Desa Bokang, Kecamatan Titehena, membawa berbagai kebutuhan dasar yang sangat dibutuhkan oleh para pengungsi, seperti, pakaian layak pakai, beras, obat-obatan, pembalut untuk wanita, sabun cuci, tikar gulung, ember bak, gayung, dan air mineral kemasan.
Sebanyak 22 pendidik dan 14 pengurus OSIS SMP Negeri Kewapante juga turut serta dalam aksi kemanusiaan itu, dengan dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah, Alexius Dewa, S.Pd.
Mereka hadir langsung di lokasi untuk menyerahkan bantuan dan memberikan semangat kepada para pengungsi yang berada di pos- pos pengungsian.
"Ini adalah sebagai wujud rasa persaudaraan dan kepedulian terhadap sesama kami di Flotim. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban dan memberikan harapan baru bagi para korban," kata Marselinus Atapuken, Pembina OSIS yang turut serta dalam rombongan itu.
Marsel menambahkan, urusan kemanusiaan, tidak ada kata menunda.
Baca Juga: Konsolidasi Lintas Parpol Menangkan Melki- Johni di Flotim Dihadiri Ribuan Pendukung
Duka yang dirasakan oleh masyarakat di Wulanggitang, Ile Bura, Titehena dan Kabupaten Flores Timur pada umumnya tambah Marsel, adalah duka bersama.
"Musibah ini menjadi pelajaran hidup yang mendalam, terutama bagi anak-anak didik kami yang hari ini turut merasakan bagaimana berbagi dalam kesulitan. Kami semua berharap agar bencana ini segera berakhir dan anak- anak kembali bersekolah, " harapnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah, Alexius Dewa, mengatakan, rombongan mereka berani melintasi area yang terdampak abu vulkanik tebal, dari perbatasan Sikka hingga Flores Timur, untuk menuju lokasi pengungsian di Desa Bokang Wolomatang.
Kepsek Alexius menjelaskan, bahwa gerak cepat mereka dimulai sehari setelah letusan, tepatnya pada 4 November 2024.
Artikel Terkait
Erupsi Gunung Lewotobi Masih Terjadi, Badan Geologi Pertimbangkan Perluasan Radius Zona Aman
St. Dominikus San Dominggo- Hokeng, Berdiri di Tengah Erupsi Gunung Lewotobi, Menguatkan Harapan di Tengah Kehancuran
Peduli Korban Erupsi Lewotobi, Tim Pengusung Herman Fernandez dan Paroki Alam Sutra Tanggerang Berikan Bansos
Konsolidasi Lintas Parpol Menangkan Melki- Johni di Flotim Dihadiri Ribuan Pendukung
Theresia Krowin Serukan Dukungan untuk Melki- Johni sebagai Penyambung Program Presiden Prabowo di NTT