Peduli, Keluarga Agung SMP Negeri Kewapante Donasikan Bantuan untuk Korban Erupsi Gunung Lewotobi  

Photo Author
Tarwan Stanis, Reportase NTT
- Minggu, 10 November 2024 | 09:05 WIB
Keluarga besar SMP Negeri Kewapante, Kabupaten Sikka saat memberikan secara simbolis bantuan kemanusiaan kepada korban erupsi gunung Lewotobi laki- laki di Desa Bokang. (Foto/Tim)
Keluarga besar SMP Negeri Kewapante, Kabupaten Sikka saat memberikan secara simbolis bantuan kemanusiaan kepada korban erupsi gunung Lewotobi laki- laki di Desa Bokang. (Foto/Tim)

 

REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Peduli atas musibah yang melanda ribuan masyarakat di lereng gunung Lewotobi, akibat erupsi dahsyat pada 4 November 2024 lalu, keluarga besar SMP Negeri Kewapante, Maumere, melakukan aksi kemanusiaan dengan mendonasikan bantuan kemanusiaan.

keluarga besar dari SMP Negeri Kewapante, Kabupaten Sikka, yang dikenal dengan julukan Keluarga Agung ini, tiba di Pos Desa Bokang, Kecamatan Titehena, membawa berbagai kebutuhan dasar yang sangat dibutuhkan oleh para pengungsi, seperti, pakaian layak pakai, beras, obat-obatan, pembalut untuk wanita, sabun cuci, tikar gulung, ember bak, gayung, dan air mineral kemasan.

Sebanyak 22 pendidik dan 14 pengurus OSIS SMP Negeri Kewapante juga turut serta dalam aksi kemanusiaan itu, dengan dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah, Alexius Dewa, S.Pd.

 Baca Juga: Theresia Krowin Serukan Dukungan untuk Melki- Johni sebagai Penyambung Program Presiden Prabowo di NTT

Mereka hadir langsung di lokasi untuk menyerahkan bantuan dan memberikan semangat kepada para pengungsi yang berada di pos- pos pengungsian.

"Ini adalah sebagai wujud rasa persaudaraan dan kepedulian terhadap sesama kami di Flotim. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban dan memberikan harapan baru bagi para korban," kata Marselinus Atapuken, Pembina OSIS yang turut serta dalam rombongan itu.

Marsel menambahkan, urusan kemanusiaan, tidak ada kata menunda.

 Baca Juga: Konsolidasi Lintas Parpol Menangkan Melki- Johni di Flotim Dihadiri Ribuan Pendukung

Duka yang dirasakan oleh masyarakat di Wulanggitang, Ile Bura, Titehena dan Kabupaten Flores Timur pada umumnya tambah Marsel, adalah duka bersama.

"Musibah ini menjadi pelajaran hidup yang mendalam, terutama bagi anak-anak didik kami yang hari ini turut merasakan bagaimana berbagi dalam kesulitan. Kami semua berharap agar bencana ini segera berakhir dan anak- anak kembali bersekolah, " harapnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah, Alexius Dewa, mengatakan, rombongan mereka berani melintasi area yang terdampak abu vulkanik tebal, dari perbatasan Sikka hingga Flores Timur, untuk menuju lokasi pengungsian di Desa Bokang Wolomatang.

 Baca Juga: Peduli Korban Erupsi Lewotobi, Tim Pengusung Herman Fernandez dan Paroki Alam Sutra Tanggerang Berikan Bansos

Kepsek Alexius menjelaskan, bahwa gerak cepat mereka dimulai sehari setelah letusan, tepatnya pada 4 November 2024.

Halaman:

Editor: Tarwan Stanis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X