news

Maria I Goran Kogoya, dari Tolikara- Papua, Salurkan Bantuan untuk Korban Erupsi Gunung Lewotobi

Sabtu, 23 November 2024 | 10:33 WIB
Maria I Goran Kogoya, saat memberikan bantuan sosial kepada masyarakat yang terkena dampak erupsi gunung Lewotobi laki- laki. (Foto/ Tim)

 

REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Di tengah duka akibat erupsi gunung Lewotobi laki- laki, yang melanda dua Kecamatan di Kabupaten Flores Timur (Flotim), muncul sosok yang membawa secercah harapan.

Maria I Goran Kogoya, anak asli Flores Timur yang kini tinggal di Kabupaten Tolikara, provinsi Papua Pegunungan, kembali ke tanah kelahirannya untuk memberikan bantuan kepada para korban.

Berbekal rasa cinta kepada kampung halaman, menempuh perjalanan panjang dan melewati tantangan, termasuk menembus kabut tebal di zona merah.

 Baca Juga: Tanah Longsor di Kabupaten Purworejo: Tiga Korban Jiwa pada Selasa Sore

Bantuan berupa sembilan bahan pokok, perlengkapan bayi, dan kebutuhan mendesak lainnya ia salurkan langsung ke enam posko pengungsian, baik yang terpusat maupun mandiri, seperti di Posko Lewoingu, Posko Lewolaga, Posko Bokang, Posko Kobasoma, Posko Konga hingga ke Posko Sukutukang.

"Bantuan ini murni dari pribadi kami. Ini semua adalah demi misi kemanusiaan, demi saudara-saudara saya yang terkena musibah erupsi Gunung Lewotobi," ujar Maria dengan penuh ketulusan.

Kehadiran Maria Kogoya di Flores Timur tak hanya membawa bantuan fisik, tetapi juga dukungan moril bagi para korban.

.

 Baca Juga: Stef Ola Soroti Potensi Arus Laut sebagai Solusi Energi Ramah Lingkungan

Ia menyempatkan diri berbincang dengan para pengungsi, mendengar cerita mereka, dan memberikan semangat agar tetap kuat menghadapi cobaan.

"Sebagai anak tanah Flores Timur, ini juga adalah tanggung jawab moril saya. Suami saya bahkan meminta saya untuk datang langsung ke sini," tambahnya, merujuk pada dukungan penuh dari suaminya, Marthen Kogoya SH, M.AP.

Maria mengakui bahwa duka yang melanda dua Kecamatan, seperti Kecamatan Wulanggitang dan Ile Bura di Kabupaten Flores Timur, turut dirasakan oleh anak- anak tanah Flores Timur yang kini berada di perantauan.

 Baca Juga: Debat Kedua Paslon Bupati dan Wakil Bupati Flotim: ADDIBU Fokus pada Ekonomi Hijau dan Ekonomi Biru

Halaman:

Tags

Terkini