news

SMPK Sanctissima Trinitas Hokeng Ditutup Permanen, Ketua PGRI Flotim Tawarkan Solusi Status Sekolah ke Yayasan

Jumat, 29 November 2024 | 09:31 WIB
Inilah kondisi SMPK Sanctissima Trinitas Hokeng sebelum bencana erupsi Gunung Lewotobi. (Foto/ facebook)

 

REORTASENTT.COM ,LARANTUKA-  Sekolah Menengah Pertama (SMP) Katolik Sanctissima Trinitas Hokeng di Desa Klantanlo, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), akan ditutup permanen mulai Januari 2025. Penutupan sekolah ini tertuang dalam surat Nomor 001/ST-SMP/XI/2024.

Mendapat kabar ini, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Flores Timur memberikan respon sebagai alternatif solusi. Bagi Maksimus Masan Kian, Ketua PGRI Flores Timur, ditutupnya secara permanen SMP Sanctissima Trinitas Hokeng mendapat keprihatinan yang mendalam berbagai pihak terhadap keberlanjutan pendidikan di wilayah tersebut, terutama dalam konteks bencana alam erupsi Gunung Ile Lewotobi Laki laki.

Menurut Maksimus Masan Kian, perlu ada alternatif solusi, salah satunya adalah, penyerahan ke Pemerintah untuk dinegerikan.

 Baca Juga: Lemkapi Minta Polri- TNI Tak Lengah Amankan Seluruh Tahapan Pilkada 2024


"Kami PGRI Kabupaten Flores Timur menyarankan agar Yayasan yang mengelola sekolah tersebut menyerahkan pengelolaannya kepada Pemerintah untuk dijadikan sekolah negeri," kata Maksimus.

Hal ini kata Maksi, dianggap solusi terbaik untuk memastikan keberlanjutan pendidikan, sehingga anak-anak tetap dapat belajar, dan guru tetap memiliki pekerjaan.

"Peran Negara dalam kondisi bencana dengan keadaan darurat akibat erupsi Gunung Ile Lewotobi, PGRI percaya bahwa Negara mampu membangun kembali fasilitas pendidikan, baik dengan membangun sekolah baru atau memanfaatkan infrastruktur yang ada pada sekolah lain, untuk sementara. Pendidikan harus tetap berjalan sebagai prioritas utama dalam situasi darurat," katanya.

 Baca Juga: 13 Jurnalis ASEAN Hadiri Media Exchange Visits 2024 India

Lebih lanjut Maksi Masan mengatakan, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Katolik Sanctissima Trinitas Hokeng adalah salah satu sekolah bermutu di Flores Timur yang telah melahirkan banyak alumni terbaiknnya. penutupan sekolah bermutu ini secara permanen sangat menyayat hati.

" Mestinya jangan langsung ditutup permanen, bisa dimanfaatkan Sekolah terdekat untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sebagai solusi sementara. KBM dapat dialihkan ke sekolah-sekolah terdekat yang aman dari dampak bencana, dengan memanfaatkan waktu pada sore hari," ujar Maksi dalam siaran pers yang diterima Reportasentt.com

Hal ini dikatakan Maksi, bertujuan agar proses pendidikan tidak terputus, meskipun dalam situasi sulit, sambil penyelesaian dokumen untuk pengalihan sekolah dari swasta ke negeri dengan nama SMP Negeri Katolik Sanctissima Trinitas Hokeng.

 Baca Juga: Polisi Ungkap Kronologi Penangkapan Dua Mahasiswa di Kupang yang Terlibat dalam Kasus Ini!

PGRI menegaskan bahwa menutup sekolah secara permanen bukanlah solusi ideal karena dapat berdampak buruk pada anak-anak dan tenaga pendidik.

Halaman:

Tags

Terkini