Dengan langkah dinegerikan, pemerintah dapat mengambil alih tanggung jawab penuh untuk memastikan akses pendidikan tetap terbuka bagi semua siswa di wilayah tersebut, kata Maksi.
Data yang dihimpun PGRI Kabupaten Flores Timur terdapat 13 Guru (SMP) Katolik Sanctissima Trinitas Hokeng yang perlu diselamatkan, selain Peserta Didik. Mereka diantaranya, Yulius Mans Medippo, Guru Bahasa Inggris, saat ini tinggal di Wairpelit, Maumere, status Tenaga Tetap Yayasan, Laurensia Jinta, Guru Pendidikan Agama Katolik, tinggal di Pensip, Maumere, status Honor Daerah, Pangkrasius Sogen, Guru Mata Pelajaran, IPS, tinggal di Tena Wahang, Flores Timur, Honor Daerah dan sudah Sertifikasi, Longginus Kedang, Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia, tinggal di Konga, Flores Timur, status Honor dan Lulus Pendidikan Profesi Guru (PPG), Hironima Wuwur, Guru Mata Pelajaran Bahasa Inggris, tinggal di Kawaliwu, status ASN, Johanes Bala Tolok, Guru Mata Pelajaran Matematika, tinggal di Gerong, status ASN, Wilibordus Nimo, Guru PJOK, tinggal di Wailamun, status Tenaga Tetap Yayasan, Yelson Mehan Guru Mata Pelajaran IPA, tinggal di Konga, status, Honor Yayasan, Epin Kilok, Guru Matematika tinggal di Gerong, status Honor yayasan, Rosalia Tapun, Guru IPS, tinggal di Konga Honor yayasan. Yosefina Peni, Guru Bahasa Indonesia, tinggal Konga, Honor yayasan, Theresia Lewuk, Guru PKn, tinggal Konga, status Honor yayasan dan Erlin Koten, Guru BP/BK tinggal di Serinuho, status Honor yayasan.
Laporan: Elen Labina
Artikel Terkait
Pertamina Akan Turunkan Harga Avtur di 19 Bandara Utama di Indonesia Selama Periode Natal dan Tahun Baru
Berjalan Lancar, KPU RI Umumkan Tahapan Penghitungan Suara Pilkada 2024
Bikin Bangga! Film 'Women from Rote Island' Resmi Wakili Indonesia di Piala Oscar 2025
13 Jurnalis ASEAN Hadiri Media Exchange Visits 2024 India
Lemkapi Minta Polri- TNI Tak Lengah Amankan Seluruh Tahapan Pilkada 2024