Terkait kendala yang mungkin terjadi, Letkol Ibnu menegaskan bahwa sejauh ini tidak ada hambatan yang berarti.
“Jika ada keterlambatan dalam pengiriman material, kami masih bisa mengatasinya,” tambahnya.
Baca Juga: Respons Mengejutkan Para Guru: Luar Biasa, Terharu, dan Bangga' Usai Prabowo Umumkan Kenaikan Gaji!
Sebelumnya, saat meninjau lokasi pengungsi di Lewotobi, Menko PMK Pratikno memastikan bahwa pembangunan huntara untuk korban erupsi Lewotobi akan rampung dalam waktu dua bulan.
Dalam kunjungan tersebut, Menko PMK Pratikno didampingi oleh Kepala BNPB Mayjend TNI Suharyanto, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya, serta Kepala Basarnas Marsdya TNI Kusworo.
Menko PMK Pratikno menjelaskan bahwa pembangunan huntara akan dilaksanakan di atas lahan seluas 11 hektare yang direncanakan untuk menampung sekitar 2.209 jiwa penyintas erupsi.
Baca Juga: Polisi Ungkap Kronologi Penangkapan Dua Mahasiswa di Kupang yang Terlibat dalam Kasus Ini!
Pratikno menekankan pentingnya percepatan pembangunan ini, mengingat Indonesia sudah memasuki musim penghujan.
“Kami menargetkan sebelum Natal dan Tahun Baru, pembangunan huntara ini harus selesai, dan kami berharap dengan dukungan TNI, tenaga kerja dapat bekerja lebih cepat,” katanya.
Tak hanya huntara, Menko PMK juga menyebutkan bahwa pembangunan hunian tetap (huntap) akan dilakukan bersamaan untuk mempercepat proses pemulihan bagi para penyintas.
Baca Juga: Berjalan Lancar, KPU RI Umumkan Tahapan Penghitungan Suara Pilkada 2024
“Pembangunan huntara dan huntap berjalan paralel. Kami berharap semua berjalan sesuai rencana untuk memulihkan kehidupan para penyintas,” pungkas Pratikno. (InfoPublik.id)