TNI dan BNPB Percepat Pembangunan Huntara untuk Korban Erupsi Gunung Lewotobi

Photo Author
Tarwan Stanis, Reportase NTT
- Sabtu, 30 November 2024 | 07:13 WIB
Inilah kondisi rumah warga di desa Klatanlo pasca diterjang erupsi gunung api Lewotobi laki-laki.  (Foto/ Tarwan Stanis/ Reportase NTT)
Inilah kondisi rumah warga di desa Klatanlo pasca diterjang erupsi gunung api Lewotobi laki-laki. (Foto/ Tarwan Stanis/ Reportase NTT)

 

 

REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Pemerintah Indonesia melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bergerak cepat dalam upaya pemulihan pasca-erupsi Gunung Lewotobi di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.

Langkah pertama yang diambil adalah pembangunan rumah hunian sementara (huntara) bagi korban erupsi yang terdampak bencana.

Berdasarkan pantauan InfoPublik di lokasi huntara Kebun Desa Konga, Kamis (28/11/2024), sekitar 200 personel TNI AD dari Kodam 9 Udayana telah dikerahkan untuk mempercepat pembangunan rumah sementara tersebut.

 Baca Juga: Melki Laka Lena Rayakan Kemenangan Pilgub NTT di Posko Pengungsian Erupsi Gunung Lewotobi

Pembangunan dilakukan dengan menggunakan rangka baja ringan, yang dipilih agar proses konstruksi berjalan lebih cepat dan tahan lama.

Pelibatan TNI dalam proyek pembangunan huntara bertujuan untuk mempercepat proses pemindahan para penyintas ke tempat yang lebih aman.

Diharapkan, huntara ini segera dapat ditempati oleh masyarakat yang terdampak bencana alam tersebut.

 Baca Juga: Melki- Jhoni Menang Pilgub NTT, Laka Lena Langsung Terjun ke Kabupaten Flores Timur

Menurut informasi yang diperoleh dari lokasi, setiap huntara memiliki ukuran 3,6 meter x 6 meter yang terdiri dari teras, ruang tidur, dan kamar mandi.

Pembangunan huntara ini ditargetkan selesai dalam waktu dua bulan, dengan total 420 unit huntara yang akan dibangun untuk menampung 2.209 jiwa penyintas.

Letkol Czi Ibnu Ria Indrawan, Danyonzipur 18/YKR Kodam 9 Udayana, yang turut terlibat dalam proyek ini, mengungkapkan optimisme bahwa pembangunan huntara akan selesai sesuai target.

 Baca Juga: SMPK Sanctissima Trinitas Hokeng Ditutup Permanen, Ketua PGRI Flotim Tawarkan Solusi Status Sekolah ke Yayasan

“Progresnya sudah cukup baik. Beberapa rangka bangunan sudah terpasang. Untuk target awal dua bulan, kami yakin bisa selesai lebih cepat jika semua berjalan lancar,” ujar Letkol Czi Ibnu.

Halaman:

Editor: Tarwan Stanis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X