REPORTASENTT.COM, RUTENG- Aktifitas vulkanik gunungapi ini menjadi menarik sejak lahirnya G. Anak Ranakah yang diawali oleh letusan yang terjadi pada 28 desember 1987.
Sebelum terjadi letusan ini, tidak ada rekaman sejarah mengenai aktifitas letusannya.
Namun, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menaikkan status Gunung Anak Ranaka dari level I (normal) menjadi level II (siaga) terhitung sejak Selasa, 3 Desember 2024.
Baca Juga: Mengejutkan di Rapat Pleno: Bawaslu Flotim Temukan Tumpukan Surat Suara Tak Terpakai!
Inilah deretan sejarah qktivitas vulkanik gunung api anak gunung Ranaka di Manggarai.
Dilansir dari laman resmi Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, letusan yang terjadi pada 28 desember 1987 berupa letusan freatik yang diawali oleh getaran gempa bumi dan disusul oleh kepulan asap yang mencapai ketinggian antara 3.000 - 4.000 meter diatas titik letusan, abu letusan paling tebal diendapkan disekitar lubang letusan dan menyebar kearah timur hingga mencapai Rana Mese yang berjarak sekitar 3 km dari lubang letusan.
Letusan awal ini menembus batuan penutup sehingga memberi jalan untuk keluarnya magma naik kepermukaan.
Baca Juga: Kepala BNPB: Penanganan Korban Erupsi Gunung Lewotobi Merupakan Bagian dari Operasi Militer
Sampai dengan 3 januari 1988 telah terjadi 17 kali letusan kuat dan 200 kali letusan lemah.
Pada 9 januari 1988 terlihat adanya sinar api yang cukup terang, hal ini menunjukkan adanya magma yang naik kepermukaan bumi melalui lubang letusan, pada 10 januari 1988 kubah lava G. Anak Ranakah dapat dilihat dengan jelas berwarna abu-abu kehitaman.
Pada 11 januari 1988 terjadi letusan besar dengan ketinggian asap sekitar 8.000 m yang disertai luncuran aliran awan panas menuju Wae Reno dan Wae Teko disebelah utara gunungapi tersebut.
Baca Juga: Program Makan Bergizi Gratis Disambut Antusias, Berharap Tekan Stunting di NTT
Pada 17 januari 1988, kubah lava sudah mempunyai ketinggian 100 m dengan panjang lidah lavanya di sungai Wae Reno sekitar 600 m. Hasil pengukuran tim vulkanologi pada 21 januari 1988, kubah lava mempunyai volume 5 juta m3, sedangkan volume seluruh hasil erupsi G. Anak Ranakah tersebut sekitar 9 juta m3.