news

Inilah Sejarah Aktivitas Vulkanik Gunung Api Anak Ranaka di Manggarai yang Naik Level Waspada

Kamis, 5 Desember 2024 | 16:05 WIB
Inilah puncak gunung anak Ranaka di Kabupaten Manggarai diambil dari udara. (Foto tangkapan layar YouTube Edo Mahat.)

 Baca Juga: Anggota Komisi III DPR RI Kecam Tindakan Oknum Anggota Polisi di Semarang

Terlihat adanya struktur lubang gas yang halus / lubang-lubang kecil.

Dari pengamatan sayatan pipih menunjukkan bahwa kristalisasi mineral pada contoh batuan ini cukup sempurna yang menunjukkan waktu penghabluran relatif perlahan-lahan.

Dari bentuk mineralnya, dapat kita lihat ada dua generasi, generasi pertama terbentuk (kemungkinan dari magma yang berbeda), mineralnya berbentuk tidak sempurna, terlihat adanya korosi dan reaksi tepi, hal ini akibat adanya pengaruh dari magma yang mengalir kemudian.

 Baca Juga: Presiden Prabowo Pastikan Indonesia Tahun 2025 Tak Akan Impor Beras

Generasi kedua mempunyai bentuk yang sempurna. Andesit piroksen - hornblende
merupakan batuan tua (pra letusan 28 desember 1987) dan juga kubah lava baru (G. Anak Ranakah), secara mikroskopis memperlihatkan tekstur porfiris dengan mineral utama terdiri dari plagioklas (50 persen), piroksen (20 persen), hornblende (10 persen), mineral berat magnetit (4 persen), semua mineral tersebut tertanam pada masa dasar yang dibentuk oleh mikrolit-mikrolit dari mineral yang sama dan gelas.

Batuannya mempunyai struktur sarang tawon yang terbentuk oleh aktifitas gas dari aliran magma yang masih bergerak.

Terdiri dari dua generasi, generasi pertama mineral - mineral yang lebih dahulu terbentuk; mineral-mineral ini setelah mengalami kristalisasi, kemudian terbawa oleh aliran magma yang baru (yang mengalir kemudian), yang dicirikan oleh terganggunya bentuk mineral yang asli (euhedral- sempurna) pada bagian tepinya mengalami korosi (reaksi tepi) yang kuat, pada bagian yang terkorosi sering dijumpai mineral-mineral baru yang berbeda atau yang sama dengan mineral yang bersangkutan.

 Baca Juga: Kasus Penggelapan Sepeda Motor Terbongkar, Polisi Ungkap Modus Pelaku Saat Beraksi

Generasi kedua mineral-mineral yang pada mulanya mempunyai bentuk tidak sempurna (subhedral - anhedral), berbentuk tidak beraturan, mineral ini terbentuk dengan waktu relatif singkat untuk mencapai keseimbangan baru akibat adanya desakan magma baru.

Andesit Hornblende - Biotit, Batuan ini merupakan bagian dari tubuh G. Ranakah (pra letusan 28 desember 1987), mempunyai tekstur porfiris dengan susunan mineralogi penokris terdiri dari plagiklas (50 persen), hornblende (15 persen), biotit (10 persen), piroksen (7 persen), mineral bijih sangat jarang (1 - 2 persen); mineral - mineral penokris tertanam pada masa dasar mikrolit-mikrolit plagioklas, piroksen dan gelas (20 persen).

Dari bentuk mineralnya, dapat kita lihat juga bahwa dalam batuan ini terdapat dua generasi, generasi pertama (mungkin dari sumber magma yang berbeda), pada awalnya mempunyai bentuk sempurna (euhedral); akibat adanya gangguan kesetimbangan oleh cairan magma baru, mineralnya mengalami ubahan, terlihat adanya lubang-lubang korosi dan reaksi tepi. Dapat kita lihat juga secara mikroskopis, bahwa pada batuan ini ada inklusi batuan yang mempunyai komposisi basaltis.

 Baca Juga: Pria Tanpa Kedua Lengan Diduga Terlibat dalam Perilaku tidak Pantas, Publik Bertanya- tanya!  

Generasi kedua, mineral fenokrisnya (plagioklas, hornblende, piroksen dan magnetit) mempunyai bentuk anhedral - euhedral; dan mikrorit-mikrolitnya mempunyai bentuk prismatik pendek dan berasosiasi dengan masa dasar gelas.


Kegempaan

Halaman:

Tags

Terkini