REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Festival Literasi Kabupaten Flores Timur Tahun 2025 berlangsung meriah dengan berbagai kegiatan edukatif dan kreatif yang digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Flores Timur.
Ajang tahunan ini menjadi ruang bagi pelajar dan masyarakat untuk menyalurkan minat serta bakat di bidang literasi.
Festival literasi yang digelar secara rutin tersebut bertujuan menumbuhkan minat baca, memperkuat budaya literasi, sekaligus mendorong semangat kreatif dan kritis di kalangan generasi muda Flores Timur.
Baca Juga: DPMPTSP Manggarai Timur: Hotel Krisna 2 Kembur Belum Miliki NIB, Kasus Kebocoran Toilet Akan Diawasi
Salah satu komunitas literasi yang turut ambil bagian dalam kegiatan ini adalah Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Palo Porong dari Kecamatan Tanjung Bunga.
Komunitas ini dikenal aktif menggerakkan kegiatan literasi non-formal di tingkat masyarakat, terutama bagi anak-anak dan remaja di wilayah pesisir timur Flores.
Dalam festival kali ini, TBM Palo Porong mengutus dua peserta cilik untuk mengikuti Lomba Mewarnai Tingkat Taman Kanak-kanak, yakni Maria Aurora Nini Maran dari TK St. Theresia Kolidatang dan Pangkrasius Koda dari TK St. Hendrikus Sitamata Riangkoli. Keduanya menampilkan karya bertema ceria dengan warna-warna berani yang menggambarkan dunia imajinasi anak-anak.
Founder sekaligus fasilitator TBM Palo Porong, Thomas Are, menyampaikan apresiasi kepada para peserta dan orang tua yang telah mendukung kegiatan tersebut.
“Proficiat untuk Aurora dan Pongky atas semangat dan keberaniannya mengikuti lomba ini. Terima kasih juga kepada para orang tua yang setia mendampingi anak-anak selama proses perlombaan,” ungkap Thomas Are.
Ia menambahkan, partisipasi anak-anak dalam festival literasi bukan semata soal memenangkan lomba, melainkan tentang pengalaman belajar dan keberanian mengekspresikan diri.
“Bagi kami, momen seperti ini bukan tentang siapa yang menjadi juara, melainkan bagaimana anak-anak belajar mengekspresikan diri, berani tampil, dan mencintai proses belajar,” katanya.
Keterlibatan TBM Palo Porong menjadi bukti nyata kolaborasi antara pemerintah daerah dan komunitas literasi lokal dalam memperkuat budaya literasi sejak usia dini.
Festival Literasi Flores Timur 2025 tak hanya menjadi ajang perayaan kreativitas, tetapi juga momentum memperkokoh semangat membaca dan belajar sepanjang hayat di tengah masyarakat Flores Timur.
Artikel Terkait
Polisi Segera Tindaklanjuti Kasus Kebocoran Toilet Hotel Krisna 2 di Borong
Sembilan Bulan di Gedung Baru, Perpustakaan Larantuka Bangun Kesadaran Baca Lewat Festival Literasi
Sopi NTT Bertransformasi: Dari Produksi Ilegal Menjadi Sumber Ekonomi Legal
Bank NTT Reshuffle Direksi, Ini Sosok dan Arah Baru yang Ditetapkan Pemegang Saham
DPMPTSP Manggarai Timur: Hotel Krisna 2 Kembur Belum Miliki NIB, Kasus Kebocoran Toilet Akan Diawasi