“Tidak cukup hanya bisa membaca. Anak-anak juga harus cakap berhitung dan mampu membuat keputusan finansial yang bijak,” kata Thomas.
Menurutnya, materi keuangan sangat relevan karena banyak anak yang sejak dini sudah terlibat dalam aktivitas ekonomi rumah tangga, mulai dari membantu orang tua berdagang hingga mengatur uang jajan sendiri.
TBM Palo Porong sendiri telah aktif sejak 2019 sebagai ruang belajar alternatif di Desa Kolaka.
Baca Juga: Kongres PSI: Jokowi Blak-blakan, Ribuan Kali Keluar Tengah Malam Temui Warga Diam- diam
Selain menyediakan akses baca, TBM ini rutin menggelar program edukatif dan pemberdayaan, termasuk untuk anak-anak putus sekolah.
Kolaborasi dengan YPPS_LSM Flores Timur yang dimulai tahun ini diharapkan memperluas cakupan program, menjangkau lebih banyak anak, dan memperkuat keterampilan finansial generasi muda.
“Ini bukan cuma soal uang. Ini soal membangun tanggung jawab, kemandirian, dan keberdayaan dalam komunitas,” pungkas Thomas.