pendidikan

PGRI Flores Timur Titip Pesan Tajam ke Presiden: Jangan Biarkan Guru Honorer Swasta Terus Jadi Penonton PPPK

Selasa, 25 November 2025 | 18:57 WIB
Foto ilustrasi. (Foto ini dibuat mengunakan AI by One)



 
 
REPORTASENTT.COM, LARANTUKA-  Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Flores Timur menyuarakan kembali keluhan lama para tenaga pendidik, terutama guru honorer di sekolah swasta, yang hingga kini belum tersentuh kebijakan peningkatan kesejahteraan maupun kesempatan mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).


Ketua PGRI Flores Timur, Maksimus Masan Kian, menegaskan bahwa momentum peringatan HUT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional 2025 menjadi saat yang tepat bagi pemerintah pusat untuk melihat lebih dekat kondisi para guru honorer yang masih jauh dari kata sejahtera.


“Guru honorer di sekolah swasta adalah kelompok yang paling tidak beruntung. Mereka bekerja penuh dedikasi, tetapi tidak pernah mendapatkan akses ikut seleksi PPPK. Ini ketidakadilan yang harus segera diperbaiki,” ujar Maksimus dalam keterangannya.
 
 
Baca Juga: Pada HUT ke-80 PGRI, Keteguhan Guru SMKN Wulanggitang Menjaga Api Pendidikan di Tengah Abu Lewotobi


Menurut Maksimus, masih banyak guru honorer di sekolah-sekolah kecil, baik negeri maupun swasta, yang mendapatkan insentif jauh di bawah standar kelayakan.
 
 
Namun kondisi paling memprihatinkan dialami guru honorer swasta yang hingga kini tidak masuk dalam skema seleksi PPPK.


Padahal, lanjutnya, sebagian besar dari mereka telah mengabdi selama bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun, membentuk generasi muda Flores Timur tanpa kepastian status maupun perlindungan kesejahteraan.
 
 
Baca Juga: Proyek Telford di Benteng Raja Gunakan Batu 5/7 sebagai Lapisan Dasar


Di luar persoalan kesejahteraan guru, PGRI Flores Timur juga menyoroti kondisi akses pendidikan yang belum sepenuhnya merata.
 
 
Meski terdapat peningkatan infrastruktur di sejumlah wilayah, masih ada titik-titik yang menghadapi hambatan serius.


Maksimus menyebut Kecamatan Tanjung Bunga, Pulau Solor, dan sejumlah kawasan di Pulau Adonara sebagai wilayah yang memiliki kondisi jalan memprihatinkan. Akses yang buruk membuat mobilitas guru dan peserta didik sangat berat, terutama saat musim hujan.
 
 
Baca Juga: Ombudsman NTT Telusuri Dugaan Pungli Ekspor Telur ke Timor Leste di PLBN Motaain

“Kondisi jalan yang rusak dan sulit dijangkau turut memengaruhi mutu layanan pendidikan. Guru dan siswa di wilayah terpencil adalah pihak yang paling merasakan dampaknya,” ujarnya.


Atas sejumlah persoalan tersebut, PGRI Flores Timur menyampaikan harapan besar kepada pemerintah pusat.
 
 
Maksimus secara khusus menitipkan pesan kepada Presiden Prabowo Subianto agar pada tahun 2026 pemerintah memberikan kebijakan khusus yang memungkinkan guru honorer di sekolah swasta mengikuti seleksi PPPK.
 
 
Baca Juga: Kasat Lantas Pimpin Operasi Zebra 2025 di Flores Timur, Ini Pelanggaran yang Disasar


Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan bentuk keberpihakan sekaligus penghargaan terhadap pengabdian guru honorer yang selama ini bekerja tanpa kepastian status.


“Ini soal keadilan bagi mereka yang sudah bertahun-tahun mengabdi. Kami sangat berharap Presiden memberi ruang itu pada 2026,” kata Maksimus.



Dalam kesempatan yang sama, PGRI Flores Timur juga menyampaikan aspirasi lain terkait kebutuhan transportasi pendidikan.
 
 
Baca Juga: Babak Baru Pengendalian Limbah: KLH Terbitkan Dua Regulasi Kunci untuk Revolusi Air Bersih
 
Meski pemerintah telah memberikan sejumlah perangkat pembelajaran seperti televisi, kebutuhan bus sekolah dinilai jauh lebih mendesak, terutama bagi wilayah tertinggal, terluar, dan terdepan (3T).


“Bus sekolah akan sangat membantu anak-anak dan guru yang harus menempuh perjalanan jauh dari permukiman. Ini penting agar akses pendidikan lebih aman dan terjangkau,” kata Maksimus.


Maksimus menyampaikan doa dan harapan seluruh guru di Flores Timur agar pemerintah pusat benar-benar memberikan perhatian lebih besar terhadap guru honorer swasta dan akses pendidikan di wilayah terpencil.
 
 
Baca Juga: Vegan Squad Indonesia Gelar Rangkaian Seminar Iklim di Flores, Kritik Kebijakan Mahal dan Tidak Efektif

“Semoga pada 2026, guru honorer swasta diberikan kesempatan ikut seleksi PPPK. Dan semoga Presiden Prabowo berkenan membantu penyediaan bus sekolah untuk wilayah 3T, demi masa depan anak-anak kita,” ujarnya.


Tags

Terkini