pendidikan

PGRI Flotim Gugat Pemda: Aksi Guru di DPRD Diselimuti Dugaan Manuver Politik Wakil Rakyat

Kamis, 11 Desember 2025 | 07:06 WIB
PGRI Flores Timur saat berdialog dengan pemerintah dan DPRD. (Foto/ Bernad Nara)

 

REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Aksi damai ratusan guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Flores Timur, Selasa, 9 Desember 2025, berubah menjadi forum panas yang mempertemukan tiga kekuatan sekaligus, para pendidik yang menuntut kepastian hak, pemerintah daerah yang defensif, serta unsur legislatif yang dituding memainkan manuver politik.

Sejak siang para guru bergerak dalam konvoi menuju kantor DPRD Flores Timur.

Puluhan peserta berdiri di bak mobil terbuka sambil mengacungkan pengeras suara, menuntut kejelasan soal Tunjangan Profesi Guru (TPG) dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang beredar kabar akan dipangkas hingga 50 persen.


Baca Juga: Rekaman Penganiayaan di Kuta Heboh, Unit Reskrim Tangkap 8 Pelaku


Kabar itu, menurut mereka, muncul tanpa sosialisasi resmi dari pemerintah.

Setibanya di kantor dewan, massa diterima Ketua DPRD Albertus Ola Sinuor dan sejumlah anggota legislatif.

Namun forum terbuka di halaman kantor wakil rakyat itu segera berubah menjadi arena adu argumen antara guru, pejabat pemerintah, dan anggota dewan.


Baca Juga: Setelah Aksi PGRI, Pemda Flotim Pastikan Rapelan 2019–2025 dan Klarifikasi Polemik TPP


Dugaan Manuver Politik DPRD

Kemarahan guru memuncak setelah sejumlah legislator menyampaikan pandangan yang dinilai tidak memberikan solusi. Seorang guru SMA Negeri mengungkapkan kecurigaannya.

“Wakil rakyat seperti sedang menggiring kami menerima bahwa Pemda tidak mampu membayar TPG dan TPP. Seolah-olah aksi ini dijadikan legitimasi politik, kami diarahkan mengangguk-angguk lalu dianggap sepakat,” kata dia.

Bisik-bisik di antara peserta aksi menguat, DPRD dinilai memainkan posisi ambigu, tidak sepenuhnya membela guru namun juga tidak tegas membantah klaim Pemda.

Sikap itu dianggap sebagian peserta sebagai strategi mengalihkan tekanan politik.




Baca Juga: Belum Selesai Pulih dari Erupsi, Pengungsi Lewotobi Diterjang Air Lumpur yang Masuk ke Kopel Huntara

Di tengah ketegangan forum, nama Egidius Demon, Wakil Ketua PGRI Flores Timur, mencuat sebagai juru bicara paling vokal.

Dengan gaya retorika memadukan humor dan kritik tajam, ia melontarkan pertanyaan yang membuat pejabat Pemda tampak tersudut.

Halaman:

Tags

Terkini