pendidikan

King Saudi University Buka Peluang kerja Sama dengan Perguruan Tinggi di Indonesia

Kamis, 7 Maret 2024 | 11:40 WIB
Munir Ali Al-Qarni, salah satu pengajar bidang hukum dan syariah, Fakultas Hukum dan Ilmu Politik, KSU, saat berkunjung ke kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh, pada Rabu (6/3). (Foto kemdikbud.go.id)
REPORTASENTT.COM-Memperkuat hubungan kerja sama akademik antara perguruan tinggi di Indonesia dengan Kerajaan Arab Saudi, King Saud University (KSU) di Arab Saudi membuka peluang kerja sama dengan perguruan tinggi di Indonesia dalam semua bidang, termasuk bidang hukum.
 
Demikian disampaikan Munir Ali Al-Qarni, salah satu pengajar bidang hukum dan syariah, Fakultas Hukum dan Ilmu Politik, KSU, saat berkunjung ke kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh, pada Rabu (6/3).

“Kerja sama bidang hukum sangat penting bagi penguatan hubungan diplomatik kedua negara bersahabat dekat, yaitu Kerajaan Arab Saudi dan Indonesia," ungkap Munir.
 
Baca Juga: Satuan Cyber Ditingkat Polres Segera Dibentuk, Puslitbang Polri Laksanakan FGD di Polresta Kupang Kota

Menanggapi hal tersebut, Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Badrus Sholeh, menyambut baik gagasan KSU tesebut.

“Kerja sama bidang hukum akan menjadi terobosan baru bagi kedua negara karena masih lemahnya kerja sama akademik bidang ilmu sosial,” tutur Badrus.

Di samping itu, kata Badrus, saat ini sudah ada beberapa universitas terbaik di Indonesia telah mengajukan rencana kunjungan ke kampus-kampus di Arab Saudi. “Salah satunya ke KSU, untuk membuka peluang kerja sama pendidikan, pengajaran, penelitian, publikasi dan pengabdian masyarakat,” tutur Atdikbud Badrus.
 
Baca Juga: Ombudsman NTT Jawabi Pertanyaan Warga Terakait Syarat dan Tarif Pengurusan SIM

Salah satunya, Rektor Universitas Hasanuddin yang telah mengajukan rencana kunjungan pada April 2024 ke King Saud University, Ummul Qura University, dan King Abdulaziz university. Kunjungan ini Akan difokuskan pada kerja sama bidang hukum, sains, teknik, ekonomi dan bidang terkait lainnya.

Selain UNHAS, Rektor Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, IPB University, Universitas Sumatra Utara, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Universitas Bengkulu, Universitas Negeri Malang, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Negeri Jakarta, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Antasari Banjarmasin, UIN Sumatra Utara, UIN Mataram dan beberapa universitas lainnya juga mengirimkan permohonan kerja sama akademik ke beberapa universitas di Arab Saudi.

Di samping itu, lanjut Badrus, dosen-dosen di beberapa universitas di Indonesia telah melakukan penelitian bersama yang menghasilkan output publikasi artikel jurnal terindeks Scopus dan indeks Internasional lainnya.
 
Baca Juga: Hadapi Puncak Arus Mudik Idul Fitri, Polri Terapkan Rekayasa Lalu Lintas
 
“Khususnya bidang sains, teknik, dan pertanian", ucapnya.
 
Respon positif para pemangku kepentingan pendidikan tinggi di Arab Saudi cukup tinggi. Hal ini ditandai dengan meningkatnya jumlah penerima beasiswa dari pemerintah Arab Saudi untuk mahasiswa Indonesia setiap tahunnya. Demikian juga, jumlah kunjungan pimpinan dan kerjasama peneliti perguruan tinggi kedua negara untuk kolaborasi berbagai bidang turut meningkat.

Tags

Terkini